Berita

Hilton/Net

Dunia

Bangun Hotel Di Xinjiang, Hilton Dianggap Mendukung Genosida Uighur

RABU, 16 JUNI 2021 | 15:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mendesak Hilton Worldwide Holdings untuk membatalkan rencananya untuk membangun sebuah hotel di Xinjiang, China.

Menurut Wakil Direktur Nasional CAIR Edward Ahmed Mitchell, dengan rencana pembangunan hotel di Xinjiang, Hilton telah mendukung upaya genosida terhadap minoritas Muslim di wilayah tersebut.

“Gagasan bahwa sebuah perusahaan akan melakukan bisnis di lokasi yang sama dari genosida yang sedang berlangsung tidak dapat dipercaya,” tegas Mitchell, seperti dimuat Al Jazeera.


"Hilton dapat membangun hotel dan terlibat dalam genosida, atau dapat membatalkan hotel dan membantu menghentikan genosida,” tambahnya.

The Telegraph pada Minggu (13/6) melaporkan, China berencana untuk membangun pusat komersial baru, salah satunya membangun hotel Hiton di sebidang tanah di mana sebuah masjid pernah berdiri.

Sejauh ini, Hilton Worldwide Holdings yang berbasis di Virginia belum memberikan komentar.

PBB dan pemerintah AS menyebut China telah berupaya melakukan genosida terhadap Muslim Uighur.

Pada April, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengutuk China atas tindakan genosida terhadap Muslim Uighur dan pelanggaran hak asasi manusianya. Dia juga mendesak perusahaan-perusahaan AS untuk menolak melakukan bisnis di wilayah tersebut.

“Hilton berbasis di AS tetapi tampaknya mengabaikan pengakuan resmi pemerintah AS terhadap China yang melakukan genosida terhadap Muslim Uighur dan minoritas Turki lainnya,” ujar direktur urusan pemerintah CAIR, Robert S McCaw.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya