Berita

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito/Repro

Kesehatan

Satgas Covid-19 Masih Telusuri Cakupan Sebaran Dan Sumber Virus Varian Delta Di Indonesia

RABU, 16 JUNI 2021 | 13:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penelusuran sumber dan cakupan sebaran virus Covid-19 varian Delta 1617.2 yang kebanyakan menjangkiti warga Bangkalan dan Kudus masih dilakukan pemerintah.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, untuk memetakan persebaran virus jenis ini, penelitian masih dilakukan melalui metode Whole Genome Sequencing (WGS) atau surveilans, meski belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

"Penelitian memerlukan WGS atau sampel yang jumlahnya lebih besar. Suatu saat nanti, kita bisa menelusuri darimana virus tersebut berasal, darimana masuknya dan menyebar ke mana saja," ujar Wiku dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (16/6).


Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 ini menerangkan, adanya varian virus merupakan bagian dari metode bertahan hidup yang diupayakan oleh virus itu sendiri.

Maka dari itu, jika potensi penyebaran Covid-19 masih tinggi maka peluang virus untuk bermutasi masih akan terus berlangsung.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Wiku mengatakan bahwa pemerintah berupaya mempercepat proses vaksinasi. Dan dipastikan, vaksin yang digunakan pemerintah memiliki tingkat efikasi yang tinggi, yaitu di atas 50 persen.

"Vaksinasi yang dilakukan harus betul-betul bisa memberikan proteksi kolektif atau herd immunity dari masyarakat yang diberi vaksin," demikian Wiku Adisasmito.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya