Berita

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Net

Politik

Perang Melawan Narkoba Harus Terus Dilakukan, DPD Apresiasi Keberhasilan Polri

RABU, 16 JUNI 2021 | 10:33 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keberhasilan Polri menggagalkan 19.219 kasus peredaran narkoba pada rentang waktu Januari-Juni 2021, mendapat apresiasi Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, komitmen pemberantasan narkoba oleh Polri harus terus didukung.

Menurut LaNyalla, banyaknya kasus yang ditemukan Polri menunjukkan Indonesia masih menjadi konsumen besar peredaran narkotika.

"Perang melawan narkoba memang harus terus dilakukan semua pihak, termasuk masyarakat. Keberhasilan Polri mengagagalkan hampir 20 ribu kasus narkotika perlu mendapat apresiasi dan harus terus didukung agar Indonesia bisa terbebas dari peredaran barang haram itu," tutur LaNyalla, Rabu (16/6).


Ditambahkannya, upaya penghentian peredaran narkotika oleh Polri tidak sembarangan. LaNyalla menyebutkan sejumlah prestasi Polri menggagalkan peredaran narkoba di tengah masyarakat.

"Ada yang dari jaringan internasional Timur Tengah. Narkoba Jenis sabu dengan jumlah yang fantastis 1,1 ton di empat lokasi berbeda, yakni Bogor, Bekasi, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat," tuturnya.

Pada April lalu, Polri juga menangkap jaringan narkoba dengan barang bukti sebesar 2,5 ton sabu. Sedangkan hingga Juni, tercatat peredaran 3,6 ton narkoba jenis sabu digagalkan.

"Perlu diingat, narkotika dapat merusak mental dan masa depan generasi muda kita. Selain itu juga, merusak ekonomi serta berdampak besar terhadap berbagai aspek lainnya," ucap LaNyalla.

Namun, ketua senator asal Jawa Timur itu mengingatkan agar Polri terus bersinergi dengan sejumlah instansi terkait untuk memberantas narkoba, termasuk BNN. Apalagi, kata LaNyalla, di masa pandemi Covid-19 banyak celah yang digunakan pelaku jaringan narkotika untuk memasarkan dagangan mereka ke Indonesia.

"Baru kemarin saya mendengar dari Gubernur Kalbar, Bapak Sutarmidji yang mengeluhkan gampangnya pengedar narkoba masuk dari Malaysia karena kurangnya infrastruktur kita di perbatasan. Saya kira ini banyak terjadi di daerah lain," sebut mantan Ketua Umum PSSI itu.

Oleh karenanya, LaNyalla berharap pemerintah segera memperbaiki kekurangan yang diperlukan di daerah perbatasan. Sebab akibat minimnya sarana dan prasarana di pintu-pintu perbatasan, bandar narkoba internasional lebih leluasa mengedarkan narkotika ke dalam negeri.

"Saya juga mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba yang dapat saja terjadi di sekeliling kita dan mengancam anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Katakan tidak untuk narkoba," tegas LaNyalla.

Dari 19.219 kasus peredaran narkoba yang berhasil digagalkan, Polri mendapati barang bukti terbanyak dari tembakau gorila, yaitu 34 ton. Sedangkan lainnya adalah 2,14 ton ganja, sabu 6,64 ton, heroin 73,4 gram, kokain 106,84 gram, dan ekstasi 239.227 butir.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya