Berita

Dokter anak dr. Vicka Farah Diba M.Sc SpA. dalam program mingguan Bincang Sehat/RMOL

Kesehatan

Jangan Anggap Remeh! Screen Time Kebablasan Pada Anak Bisa Picu Gangguan Emosional Hingga Obesitas

KAMIS, 10 JUNI 2021 | 16:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di tengah masa pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini, salah satu hal yang perlu jadi sorotan orangtua adalah penggunaan gawai atau screen time pada anak.

Pasalnya, disadari atau tidak, di saat kegiatan sekolah masih dilakukan secara daring, serta mobilitas masih dibatasi demi mengerem penularan virus corona, bisa jadi penggunaan gawai oleh anak-anak di rumah semakin meningkat.

"Jika merujuk pada data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), selama masa pandemi, screen time pada anak, terutama televisi dan YouTube mengalami peningkatan," ujar dokter anak dr. Vicka Farah Diba M.Sc SpA. dalam program mingguan Bincang Sehat bertajuk "Awas Screen Time Kebablasan Untuk Anak Di Masa Pandemi" yang diselenggarakan pada Kamis (10/6).


Padahal, sambungnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengiangatkan soal dampak dari paparan screen time yang berlebihan pada anak, bukanhanya secara fisik namun juga secara psikologis.

"Dari dampak fisik bisa dilihat, pola hidup tidak sehat, bisa memicu ke arah obesitas karena juga tidak bergerak saat di rumah saja. Selain itu juga perubahan pola tidur hingga meningkatkan kemungkinan miopi (rabun jauh)," jelasnya.

Dampak lainnya dari penggunaan gawai yang berlebih pada anak yang juga kerap kali tidak disadari orangtua adalah perubahan emosional sang buah hati.

"Screen time berlebih juga berkaitan dengan gangguan lainnya. Dalam beberapa kasus yang saya temui, cukup banyak keluhan di mana orangtua tidak menyadari bahwa hal itu berkaitan dengan screen time berlebih, seperti gangguan belajar, mood yang cepat. berubah, mudah marah, sulit diatur atau sering tantrum," kata Dokter Vicka yang juga merupakan penulis buku "Yuk Batasi Bermain Gadget".

Dia menjelaskan lebih jauh mengapa hal tersebut bisa terjadi. Penggunaan gawai yang belrebihan pada anak bisa menimbulkan rasa senang di pusat dopamine anak.

Hormon dopamine sendiri merupakan senyawa kimiawi di otak yang berperan untuk menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh. Hormon ini juga kerpa dikenal dengan istilah happy hormone

Sayangnya, jika penggunaan gawai terlalu lama dibiarkan terus-menerus, maka semakin lama akan menurunkan stimulus anak sehingga otaknya semakin tidak sensitif terhadap dopamine.

"Kondisi ini sangat rentan terjadi, karena otak anak-anak masih dalam masa perkembangan. Sehingga jika kondisi semacam itu dibiarkan terus menerus, maka anak akan menjadi tidak sensitif terhadap dopamine dna menyebabkanya mudah gelisah, cemas atau mengallami gangguan emosional lainnya," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keakraban Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 14:21

Hasto Soroti Fiskal hingga Demokrasi Tanggapi Rencana Jokowi Keliling Indonesia

Senin, 01 Juni 2026 | 14:19

Patroli Jalan Kaki Berujung Penangkapan Anggota KKB Intan Jaya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:43

PDIP: Kehadiran Megawati di Istana Tak Terkait Oposisi atau Koalisi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:38

Prabowo Dorong Transformasi Nasional Menuju Ekonomi Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 13:37

Keandalan Listrik Jadi Prioritas untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:31

Kenapa 1 Juni Ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila? Ini Sejarah dan Alasannya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:30

Kontroversi LCC Empat Pilar MPR Berlanjut ke Pengadilan, Sidang Dimulai Besok

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Kembalikan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Lenteng Agung Arah Depok Ditutup hingga Selasa Pagi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:21

Selengkapnya