Berita

Ilustrasi Gedung Sate/Net

Nusantara

Puluhan Pegawai Terpapar Corona, Gedung Sate Kembali Lockdown

KAMIS, 03 JUNI 2021 | 13:46 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menerapkan lockdown di Gedung Sate, menyusul 31 pegawai terkonfirmasi positif Covid-19. Seluruh aktivitas di Gedung Sate ditutup untuk sementara waktu.

Asisten Administrasi Umum Setda Jabar, Dudi Sudrajat mengatakan, Gedung Sate untuk sementara ini ditutup selama sepekan ke depan.

"Dari tanggal 2 kemarin, sampai tanggal 9 Juni. Satu pekan," kata Dudi Sudrajat saat dikonfirmasi, Kamis (3/6).


Ia mengungkapkan, 31 pegawai yang terpapar Covid-19 itu diketahui usai dilakukan Swab Test PCR pasca libur panjang Idulfitri 2021. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi penularan maupun tracking Covid-19.

"Setelah lebaran kita Swab Test Antigen, ada yang positif langsung di Swab PCR," lanjutnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Pemprov Jabar melalui Setda Jabar menerbitkan Surat Edaran untuk penyesuaian sistem kerja bagi PNS serta menutup area publik di antaranya masjid, kantin, dan museum. Kemudian, terdapat imbauan untuk menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

"Kami juga lakukan WFH, 25 persen masuk kerja (di kantor), dan yang umur 50 tahun atas dan ibu hamil itu kerja di rumah. Kecuali para pejabat struktural, agar dapat hadir," tambahnya.

Penerapan lockdown di Gedung Sate kali ini adalah yang kedua kalinya. Pada Agustus 2020 lalu ditemukan 40 karyawan yang positif Covid-19 di lingkungan Gedung Sate.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya