Berita

Walikota Bandung, Oded M Danial/RMOLJabar

Nusantara

Jika Indonesia Tak Dapat Kuota Haji, Antrean Bakal Makin Panjang

RABU, 02 JUNI 2021 | 11:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Dalam Negeri telah mengumumkan negara-negara yang bisa mengirim jemaah haji pada tahun ini.

Hanya 11 negara saja yang warganya diizinkan masuk ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah Haji. Yaitu Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Italia, Jepang, Jerman, Prancis, Portugal, Swedia, Swiss, dan Uni Emrat Arab.

Tak ada nama Indonesia dalam daftar tersebut. Artinya, jemaah haji Indonesia berpeluang harus kembali menunda keinginan mereka menjalankan Rukun Islam ke-5 ini.


Menanggapi hal tersebut, Walikota Bandung Oded M Danial meminta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir. Pasalnya, ibadah haji bukanlah hal yang wajib dilakukan oleh setiap muslim.

"Haji itu kan ibadah mahdoh, Rukun Islam kelima. Saya berharap kepada warga Kota Bandung yang punya cita-cita berhaji sudah nabung bertahun-tahun, kita berharap segara dibuka. Tapi kalaupun tidak saya kira ibadah haji itu kan salah satu rukun Islam, masih banyak yang lain yang harus kita optimalkan," kata Oded di Balai Kota Bandung, Rabu (2/6), dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Oded menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat informasi secara pasti terkait kuota haji asal Indonesia.

"Saya belum dapat informasi dari Kemenag kepada kita," ungkapnya.

Menurut Oded, belum adanya kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi akan berdampak terhadap antrean masyarakat yang mendaftar haji. Peniadaan kuota haji akan berdampak pada semakin panjangnya daftar antrean jemaah calon haji.

"Ya pastilah, kalau belum terbuka juga, sementara yang peminat itu banyak di Indonesia," tuturnya.

"Harapan saya mulai dibukalah, mudahan-mudahan, tapi itu urusan pemerintah Arab Saudi juga," tandasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya