Berita

Ilustrasi UFO/Net

Dunia

Inggris Siap Bentuk Unit Penyelidik UFO Setelah Ada Laporan Dari Pentagon

MINGGU, 30 MEI 2021 | 07:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Inggris kemungkinan akan meluncurkan kembali unit divisi di Kementerian Pertahanan yang ditugaskan untuk menyelidiki fenomena unidentified flying object (UFO) atau objek terbang tidak dikenal.

Mengutip seorang sumber, Daily Telegraph pada Sabtu (29/5) mengabarkan peluncuran unit tersebut dapat dilakukan setelah Pentagon merilis laporannya terkait keberadaan UFO pada Juni nanti.

"Saya pikir jika ada cukup bukti untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu dan bahwa kami perlu melakukannya sebaik AS, maka tentu saja kami akan memikirkannya. Kami akan melihatnya. Ada berbagai macam hal-hal yang tidak akan kami singkirkan, dan ini pasti akan menjadi salah satunya," ujar sumber tersebut.


Sebelumnya Kementerian Pertahanan Inggris sudah memiliki dan menutup unit divisi untuk menyelidiki UFO pada 2019.

Mantan kepala unit departemen tersebut pada 1991 hingga 1994, Nick Pope mengatakan, pihaknya memeriksa 12 ribu penampakan UFO, di mana sebanyak 5 persen di antaranya tidak bisa dijelaskan.

Salah satunya adalah penampakan UFO yang melayang di atas pangkalan udara Woodbridge dan Bentwaters di Inggris. Tim menyimpulkan bahwa tingkat radiasi di situs tempat UFO terlihat secara signifikan lebih tinggi daripada rata-rata latar belakang.

Pope sendiri mengkritik keputusan kementerian untuk menutup unit tersebut pada 2009 karena membuat Inggris terbuka lebar akan adanya serangan teroris.

"Saya meminta Kementerian Pertahanan untuk membuka kembali X-Files kehidupan nyata dan menangani masalah ini sebagaimana seharusnya diperlakukan, sebagai masalah pertahanan dan keamanan nasional yang serius," ujarnya.

Tahun lalu, AS membentuan satuan tugas khusus untuk mendeteksi dan menganalisis UFO. Itu dilakukan setelah Pentagon mengonfirmasi keaslian tiga video yang menunjukkan pilot AS mengejar suatu benda udara yang tidak dapat dijelaskan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya