Berita

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani/RMOL

Kesehatan

Jakarta Dapat Nilai E Penanganan Pandemi, Pimpinan DPRD: Kemenkes Melukai Perasaan Nakes

JUMAT, 28 MEI 2021 | 13:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pimpinan DPRD DKI Jakarta menyayangkan keputusan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan yang memberi nilaian E kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani pandemi Covid-19.

Bagi Wakil Ketua DPRD DKI Fraksi PAN, Zita Anjani, Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan sudah bekerja maksimal memutus mata rantai Covid-19.

Adapun nilai E merupakan hasil paling buruk yang disematkan Kemenkes kepada daerah dalam penanganan pandemi.


Zita pun berpandangan, pemberian nilai E justru akan memupus semangat tenaga kesehatan (nakes) yang hingga kini tanpa lelah berjuang merawat dan menyelamatkan masyarakat pengidap Covid-19.

"Sekali pun penularannya meningkat, tapi tidak bisa dikatakan nilai E, itu melukai banyak perasaan tenaga kesehatan (nakes) di ibu kota," kata Zita kepada Kantor Berita RMOLJakarta, Jumat (28/5).

Zita berharap, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono bisa mengevaluasi apa yang telah diucapkannya. Sebab yang dibutuhkan saat ini bukanlah sebatas pengumuman yang justru mematahkan semangat perjuangan melawan Covid-19.

"Kita tidak butuh nilai-nilai, pemerintah pusat harusnya mendorong, mengayomi, dan memberi semangat nakes yang ada di daerah," tutup Zita.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya