Berita

Bendera Merah Putih Indonesia dan Bendera Palestina berkibar dalam satu momen aksi dukungan masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina, di Jakarta/Net

Muhammad Najib

Palestina, Indonesia, Dan Dunia Islam

RABU, 26 MEI 2021 | 17:17 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

PALESTINA sebagai sebuah bangsa atau negara, sangat dekat di hati rakyat Indonesia. Paling tidak ada tiga alasan yang membuatnya istimewa dan tidak bisa dibandingkan dengan bangsa atau negara lain.

Pertama, alasan yuridis formal. Bagi Indonesia, bangsa Palestina saat ini masih dijajah oleh Zionis Israel, karena sesuai amanat undang-undang, dimana bangsa Indonesia punya kewajiban politik untuk membantu bangsa Palestina untuk memperoleh kemerdekaannya.

Inilah yang menjadi penjelasan mengapa sejak Presiden RI pertama Sukarno, kemudian dilanjutkan oleh presiden-presiden berikutnya sampai sekarang, sikap politik Indonesia sangat konsisten dan tidak pernah goyah dalam membela Palestina.


Kedua, alasan keagamaan. Masjid Al Aqsa yang terletak di Yerusalem atau Al Quds Al Syarif merupakan tempat suci ketiga bagi ummat Islam, setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Sebagai masyarakat yang religius dan berpenduduk mayoritas muslim, rakyat Indonesia merasa ikut bertanggungjawab untuk menjaga rumah ibadahnya dari berbagai bentuk penodaan dan penistaan.

Sikap seperti ini, juga mendapatkan dukungan dari penganut minoritas agama lain, terutama Katolik dan Protestan yang jumlahnya cukup besar di Indonesia.

Selain karena penganut Katolik dan Protestan juga menjadi korban kebrutalan Zionis Israel, juga karena tempat tersuci mereka yang berada di wilayah Palestina ikut terancam.

Gereja Kelahiran atau Gereja Nativitas yang terletak di Kota Bethlehem, Tepi Barat, merupakan situs tertua bagi penganut Nasrani, disamping diyakini bahwa di tempat inilah Yesus dilahirkan.

Kota Yerusalem yang berada tidak jauh dari tempat kelahiran Yesus ini, juga diyakini sebagai kota suci, karena di lokasi inilah Yesus disalib.

Di tempat yang dikenal dengan Golgota ini, kemudian didirikan gereja bernama Makam Kudus (Chuch of the Holy Sepulchare) yang lokasinya berseblahan dengan Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur.

Ketiga, kekejaman pemerintahan Zionis sejak negara Israel didirikan, terhadap rakyat Palestina dipertontonkan secara vulgar ke masyarakat internasional, khususnya terhadap korban anak-anak, orang tua, dan perempuan, yang mengusik rasa kemanusiaan siapapun yang menyaksikannya.

Belakangan, ditambah dengan praktik diskriminatif dan kebijakan apartheid yang dipraktikan oleh pemerintah Israel bagi penduduk Palestina non-Yahudi, yang terlanjur bersedia menjadi warganegara negara Zionis ini. Karena itu sangat wajar jika dunia kini marah dan mencibir para pejabat di Tel Aviv.

Sikap pemerintahan RI yang ditunjukan oleh Kementerian Luar Negri, yang konsisten menolak hubungan diplomatik dengan Israel, bukan saja mencerminkan sikap mayoritas rakyatnya, juga dipandang sebagai investasi politik yang luar biasa di dunia Islam.

Semua ini membuat nama Indonesia bukan saja harum di Palestina dan dunia Arab, akan tetapi juga di dunia Islam secara keseluruhan.

Walau secara geografis Indonesia jauh dari Palestina, dan secara finansial maupun militer tidak bisa banyak membantu rakyat Palestina, akan tetapi sebagai kekuatan moral dan politik simbolik, sikap Indonesia ini sangat penting, mengingat kedudukannya sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Israel sadar betul posisi penting Indonesia ini. Untuk itu, dengan berbagai cara agen-agennya terus berusaha mencari jalan agar Jakarta bersedia membangun jembatan politik atau jembatan ekonomi dengan Tel Aviv.

Jika muncul isyarat dari sejumlah tokoh yang menyanjung Israel, atau pengusaha yang mengimpor produk negara Zionis ini, atau bendera bintang David yang muncul di sejumlah wilayah Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari kerja politik yang mereka lakukan.

Nilai penting Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan Palestina menjadi berlipat ganda, karena posisi dan sikap politik pemerintah diikuti dengan partisipasi aktif warganya.

Hal ini nampak bukan saja dalam bentuk pernyataan politik, ataupun unjuk rasa membela Palestina, tapi juga dalam penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan yang tulus.

Semangat seperti ini sebagai sebuah kekuatan perlu terus dirawat, dan pada saat bersamaan berbagai bentuk usaha yang mengganggunya, baik yang datangnya dari oknum yang ingin mendapatkan keuntungan finansial ataupun kelompok yang ingin mendapatkan keuntungan politik, harus dicegah.

Penulis adalah pengamat politik Islam dan demokrasi.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya