Berita

Pemimpin oposisi Belarus Svetlana Tikhanovskaya/Net

Dunia

Oposisi Belarus Minta AS Jatuhkan Sanksi Pada Rezim Alexander Lukashenko Atas Pembajakan Ryanair

SELASA, 25 MEI 2021 | 17:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Oposisi Belarus mendesak dunia internasional untuk menekan pemerintahan Presiden Alexander Lukashenko setelah insiden pembajakan pesawat Ryanair.

Pembajakan Ryanair pada Minggu (23/5) oleh otoritas Belarus telah memancing kemarahan Uni Eropa hingga melayangkan sejumlah sanksi, termasuk larangan maskapai penerbangan Belarus untuk beroperasi di Eropa dan menyerukan maskapai Uni Eropa untuk tidak terbang di wilayah udara Belarus.

Pemimpin oposisi Svetlana Tikhanovskaya kemudian mendesak komunitas internasional untuk memberikan tekanan lebih lanjut pada pemerintahan Lukashenko.


Dalam panggilan teleponnya dengan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan, Tikhanovskaya meminta Washington untuk mengisolasi rezim Lukashenko dan menekannya melalui sanksi.

Tikhanovskaya yang tinggal di Lithuania mengatakan pihaknya meminta pemerintahan oposisi Belarus untuk diundang ke KTT G7 pada bulan depan di Inggris.

"Situasi pembajakan pesawat tidak dapat dianggap terpisah dari penindasan dan pelanggaran HAM lain yang mencolok di Belarus," ujarnya.

Pesawat Ryanair dengan rute Yunani-Lithuania dipaksa untuk mendarat darurat di Minsk ketika pesawat militer mengawalnya di wilayah udara Belarus pada Minggu (23/5).

Pihak Belarus menyebut langkah tersebut dilakukan karena adanya ancaman bom. Namun Ryanair menyebutnya sebagai pembajakan, lantaran insiden disusul dengan penangkapan dan penahanan seorang jurnalis oposisi Roman Protasevich.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya