Berita

Evakuasi korban tabrakan LRT di Malaysia/Net

Dunia

Tabrakan Kereta LRT Lukai 213 Orang, Malaysia Bentuk Satgas Khusus

SELASA, 25 MEI 2021 | 12:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tabrakan kereta Light Rail Transit (LRT) di Malaysia telah menyebabkan 213 orang terluka. Pemerintah saat ini telah membentuk satuan tugas untuk menyelidiki penyebab tabrakan tersebut.

Menteri Transportasi Malaysia Wee Ka Siong pada Selasa (25/5) mengatakan pihaknya telah membentuk satgas yang akan melakukan penyelidikan selama dua pekan.

Berdasarkan kunjungan ke lokasi kecelakaan pada Senin malam (24/5), terlihat jelas dua kereta LRT bertabrakan "head on", di mana dua kepala kereta bertubrukan.


"Ini adalah sesuatu yang di luar kebiasaan dan tidak seharusnya terjadi. Saya telah menginstruksikan agar penyelidikan lengkap dilakukan dan kami ingin tahu apa penyebab kecelakaan itu," kata Wee, seperti dikutip CNA.

"Apakah itu persinyalan, atau sistem, atau komplikasi, atau kesalahan manusia? Kami ingin mengidentifikasi dalam dua minggu ke depan. Satgas khusus akan dibentuk dan tujuannya adalah untuk menentukan penyebab pasti dari tabrakan tersebut," tambahnya.

Wee mengatakan bahwa satgas tersebut akan dipimpin oleh sekretaris kepala kementerian transportasi. Ia juga menekankan pentingnya melakukan post mortem yang tepat atas kejadian tersebut agar tidak terulang kembali.

"Kami ingin meyakinkan komuter bahwa sistem LRT kami dapat diandalkan. Karena itulah kami harus memastikan bahwa operasi sistem LRT tidak terganggu," tegasnya.

Pada Selasa pagi, LRT Kelana Jaya Line di Kuala Lumpur kembali beroperasi pada pukul 6 pagi dengan kereta yang beroperasi di satu jalur.

Tabran dua kereta LRT terjadi pada Senin pukul 20.45 waktu setempat di terowongan antara Stasiun Kampung Baru dan Kuala Lumpur City Center (KLCC).

Tabrakan melibatkan kereta dari Stasiun KLCC ke Stasiun Gombak yang berisi penumpang dan kereta kosong dari Stasiun Kampung Baru ke Stasiun Gombak. Kereta melaju dengan kecepatan 40 km per jam.

Peristiwa tersebut membuat 213 orang terluka, 64 di antaranya mendapat perawatan di RSUD Kuala Lumpur. Dari 64 orang tersebut, 6 orang dalam kondisi kritis dan 15 dalam kondisi semi kritis.

Laporan sementara tentang kecelakaan itu diharapkan akan dirilis pada Selasa malam.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya