Berita

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus/Net

Dunia

WHO: Covid-19 Bukan Ancaman Pandemi Terakhir, Akan Ada Virus Yang Lebih Mematikan

SELASA, 25 MEI 2021 | 11:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebanyak 194 perwakilan menteri kesehatan dari negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berkumpul pada Senin (24/5), menghadiri Majelis Kesehatan Dunia (WHA) untuk membahas situasi pandemi Covid-19.

Dalam pidatonya di acara tersebut, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberikan peringatan kepada negara-negara di dunia untuk tidak berpuas diri.

Ia mengatakan pandemi Covid-19 bukanlah ancaman yang terakhir, masih ada kemungkinan virus-virus lain yang lebih berbahaya dan mematikan dari virus corona.


"Dunia masih dalam situasi yang sangat berbahaya," ujar Tedros, seperti dikutip Sputnik.

"Jangan salah, ini bukan terakhir kalinya dunia menghadapi ancaman pandemi terakhir. Ini merupakan kepastian evolusi bahwa akan ada virus lain yang berpotensi lebih menular dan mematikan dari yang satu ini," tambahnya.

Meski begitu, ia juga memuji upaya para tenaga medis di dunia untuk berjuang melawan Covid-19. Ia menekankan, selama virus corona dan variannya menyebar, tidak ada kesempatan untuk berpuas diri.

Ia juga menyoroti distribusi vaksin yang tidak adil, di mana lebih dari 75 persen vaksin di seluruh dunia hanya didistribusikan di 10 negara.

"Tidak ada cara diplomatik untuk mengatakannya. Sekelompok kecil negara yang membuat dan membeli sebagian besar vaksin dunia mengendalikan nasib seluruh dunia," jelasnya.

Ia kemudian mendesak negara-negara untuk menyumbangkan vaksin pada mekanisme COVAX.

"Ini sangat penting untuk menghentikan penyakit dan kematian, menjaga petugas kesehatan kami aman, membuka kembali masyarakat dan ekonomi kami," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya