Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dilema Taiwan, Dapat Tawaran Vaksin Covid-19 Dari China Di Tengah Lonjakan Infeksi

SELASA, 25 MEI 2021 | 10:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China menawarkan bantuan vaksin Covid-19 ke Taiwan yang tengah dilanda lonjakan infeksi virus corona.

Kantor Urusan Taiwan pada Senin malam (24/5) mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan situasi wabah Covid-19 yang memburuk di Taiwan.

Kantor tersebut mengungkap telah berulang kali menawarkan bantuan ke Taiwan. Mereka juga mengatakan kelompok dan orang-orang di Taiwan telah menyerukan pembelian vaksin China.


"Sikap kami sangat tegas. Kami bersedia membuat pengaturan dengan cepat sehingga sebagian besar rekan senegara di Taiwan akan memiliki vaksin daratan untuk digunakan secepat mungkin," ujar kantor tersebut, seperti dikutip Reuters.

"Jika perlu, kami juga bersedia untuk secara aktif mempertimbangkan pengiriman ahli pencegahan dan pengendalian epidemi ke Taiwan, untuk berbagi pengalaman anti-epidemi dengan profesional," tambahnya.

Sebagai tanggapan, Dewan Urusan Daratan Taiwan mengatakan China tidak menggunakan salah satu saluran yang ada di antara keduanya untuk memberikan informasi tentang vaksinnya. Dewan juga menuding China telah menghambat Taiwan untuk mendapatkan vaksin.

"Setiap kali epidemi internal Taiwan memanas, (China) mengkritik pemerintah kami karena menghalangi impor vaksin dari China daratan," ujar dewan.

Di sisi lain, seorang pejabat senior pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya akan memberikan setidaknya 80 juta dosis vaksin Covid-19 ke seluruh dunia pada akhir Juni, lebih dari China dan Rusia. Namun tidak diketahui berapa jumlah yang akan diberikan untuk Taiwan.

"Yang penting, vaksin kami tidak datang dengan pamrih. Kami berbagi vaksin dengan dunia, dan memimpin dunia dalam strategi vaksin global karena itu hal yang benar untuk dilakukan," ujar pejabat tersebut.

Setelah berbulan-bulan relatif aman dari pandemi, Taiwan menghadapi lonjakan kasus Covid-19 dan dengan cepat kehabisan pasokan vaksin.

Sejauh ini, Taiwan hanya menerima sekitar 700 ribu dosis untuk lebih dari 23 juta penduduknya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya