Berita

Ilustrasi/net

Dunia

Topan Yaas Menghantui, India Evakuasi Setengah Juta Jiwa

SENIN, 24 MEI 2021 | 17:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Otoritas India melakukan evakuasi massal terhadap setengah juta warganya ketika Topan Yaas diperkirakan akan menghantam pada Rabu (26/5).

Departemen Meteorologi India pada Senin (24/5) mengatakan Topan Yaas telah terbentuk di Teluk Benggala dan akan menghantam Benggala Barat dan negara bagian Odisha.

Departemen mengatakan Topan Yaas bisa membawa angin dengan kecepatan 185 km per jam, masuk kategori badai siklon sangat parah ketika mendarat.


Gelombang setinggi 4 meter di daerah pesisir juga kemungkinan besar akan terjadi.

Menteri manajemen bencana Benggala Barat Javed Ahmed Khan mengatakan, evakukasi di distrik pesisir dan hutan bakau Sunderbans, sebuah situs UNESCO, sudah dimulai sejak Minggu (23/5).

"Kami harus mengevakuasi hampir setengah juta orang ke sekolah (dan) kantor pemerintah, yang telah diubah menjadi pusat topan untuk menyediakan perlindungan bagi orang-orang ini," ujar Khan, seperti dikutip AFP.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan tim militer dan bencana telah dikerahkan untuk membantu persiapan dan operasi penyelamatan.

Selain India, negara tetangga Bangladesh juga bersiap menghadapi serangan Topan Yaas.

Sebelum dihantam Topan Yaas, negara bagian Gujarat di India sudah terlebih dulu menghadapi Topan Tauktae pada Senin lalu (17/5). Akibatnya hujan lebat dan angin kencang membuat setidaknya korban tewas mencapai 155 orang.

Banyak mayat ditemukan di anjungan minyak di lepas pantai barat kota Mumbai.

Para ahli mengatakan badai di lepas pantai India meningkat secara frekuensi dan intensitas karena perubahan iklim menghangatkan perairan laut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya