Berita

Warga mengantre untuk pemungutan suara di Hanoi, Vietnam.Net

Dunia

Vietnam Gelar Pemilu Legislatif, Masker Dan Jaga Jarak Jadi Aturan Wajib Di TPS

MINGGU, 23 MEI 2021 | 14:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Vietnam menggelar pemilu legislatif meski berada di tengah pandemi Covid-19 yang membuat khawatir dunia.

Sembari mengenakan masker, warga Vietnam pergi ke tempat pemungutan suara (TPS) pada Minggu (23/5). Hampir 69,2 juta pemilih yang terdaftar memilih 500 anggota dewan di tingkat provinsi dan kabupaten.

Dikutip dari Reuters, lebih sedikit kandidat independen yang mencalonkan diri untuk Majelis Nasional saat ini, terlepas dari meningkatnya keterbukaan di sana.


"Saya berharap semua pemilih, mengetahui peran mereka sebagai pemilik negara, akan bergabung dalam pemungutan suara untuk memilih kandidat yang paling tepercaya dan layak untuk mewakili suara mereka," kata ketua Majelis Nasional Vuong Dinh Hue menjelang pemilihan.

Sekitar 92 persen calon Majelis Nasional adalah anggota Partai Komunis, yang pada dasarnya juga memeriksa calon independen.

Jumlah calon yang bukan anggota partai turun dari 97 pada 2016, menjadi 74 pada tahun ini. Media lokal mengatakan jumlah wakil majelis yang bukan anggota partai berkurang setengahnya selama tiga pemilihan terakhir.

Data resmi menunjukkan bahwa 99 persen dari 67,5 juta pemilih terdaftar di Vietnam berpartisipasi dalam pemilu 2016. Surat suara itu tidak diberikan identitas. Tetapi nama, usia, pekerjaan, etnis, dan alamat setiap pemilih diunggah di luar pusat pemungutan suara.

Di distrik Long Bien Hanoi, sekitar 30 pemilih terlihat mengantri di bilik suara menunggu giliran, semuanya mengenakan masker.

Sebelum antri, mereka diukur suhu tubuh dan diberikan pembersih tangan. Petuga juga tidak bosan-bosannya mengingatkan melalui pengeras suara terkait aturan jaga jarak yang aman.

“Saya memilih hari ini karena tanggung jawab saya untuk melakukannya,” kata seorang pemilih lanjut usia yang tidak ingin disebutkan namanya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya