Berita

Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Palestina Lynn Hastings mengunjungi Gaza pada 22 Mei 2021/Net

Dunia

Kunjungi Gaza Yang Babak Belur, Utusan PBB: Blokade Oleh Israel Harus Diakhiri

MINGGU, 23 MEI 2021 | 13:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Selama 11 hari menerima serangan Israel secara bertubi-tubi, kondisi Gaza memilukan. Hal itu diakui oleh Koordinator Kemanusiaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Palestina Lynn Hastings yang melakukan tinjauan kerusakan akibat konflik ke Gaza.

Hastings berkunjung ke Gaza pada Sabtu (22/5), sehari setelah gencatan senjata diberlakukan oleh Israel dan Hamas.

Dalam kunjungannya, ia berbicara dengan para korban, dan berjalan di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel.


"Tadi malam tenang, dan kami berharap jelas bahwa itu akan bertahan dan semua orang hanya perlu mundur dan tidak terlibat dalam gerakan provokatif," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Berdiri di dekat reruntuhan bangunan tempat tinggal, Hastings mengatakan dia telah melihat lebih dari sekedar infrastruktur yang rusak.

"Saya telah berbicara dengan keluarga di sini dan apa yang mereka semua katakan adalah bahwa mereka tidak memiliki harapan, mereka merasa bahwa mereka tidak memiliki kendali atas hidup mereka dan situasi mereka, kata seorang wanita, ia tidak berdaya," jelasnya.

Dalam pernyataannya, Hastings mengatakan pihaknya akan menjalankan Mekanisme Rekonstruksi Gaza yang telah disepakati antara Israel, PBB, dan Otoritas Palestina di bawah Presiden Mahmoud Abbas.

“Kami memiliki mekanisme pemantauan untuk memastikan bahwa bantuan tidak jatuh ke tangan yang tidak dimaksudkan untuk diarahkan. Jadi bagi kami, kami dapat melanjutkan jenis mekanisme itu di sini," ujarnya.

Ia juga menyoroti penyebaran Covid-19 di Gaza, di mana sebelum serangan terjadi sudah muncul lonjakan kasus di sana. Untuk itu, ia mendesak agar blokade yang dilakukan oleh Israel terhadap Gaza sejak 2007 segera dihentikan.

“Blokade harus diakhiri,” tegasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya