Berita

Unjuk rasa menolak kudeta militer di Myanmar/Net

Dunia

Jelang Tahun Ajaran Baru, 125 Ribu Guru Myanmar Diskors Karena Ikut Gerakan Pembangkangan Sipil

MINGGU, 23 MEI 2021 | 10:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Junta militer Myanmar telah menskors ribuan guru karena bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil untuk menolak kudeta.

Federasi Guru Myanmar mengatakan, sebanyak 125.900 guru telah diskors mulai Sabtu (22/5), beberapa hari sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Sebelumnya, para guru dan orangtua murid melakukan aksi boikot tahun ajaran baru untuk menekan junta melakukan reformasi demokrasi.


"Ini hanya pernyataan untuk mengancam orang agar kembali bekerja. Jika mereka benar-benar memecat orang sebanyak ini, seluruh sistem akan berhenti," ujar seorang pejabat federasi, seperti dikutip Reuters.

Ia mengatakan, hukuman para guru akan dicabut jika mereka tidak lagi melakukan aksi protes.

Data pada dua tahun lalu menunjukkan, Myanmar memiliki 430 ribu guru sekolah.

Surat kabar Global New Light of Myanmar yang dikelola pemerintah sebelumnya meminta para guru dan siswa untuk kembali ke sekolah untuk memulai kembali sistem pendidikan.

Selain guru, sekitar 19.500 staf universitas juga telah diskors.

Myanmar sendiri akan mulai membuka tahun ajaran pada Juni, di mana pendaftaran sekolah akan dimulai pekan depan. Namun sejumlah orangtua berencana untuk tidak menyekolahkan anak-anak mereka.

"Saya tidak akan mendaftarkan putri saya karena saya tidak ingin memberikan pendidikannya dari kediktatoran militer. Saya juga mengkhawatirkan keselamatannya," kata Myint, 42 tahun, yang putrinya berusia 14 tahun.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya