Berita

Sambutan Dutabesar Djauhari Oratmangun saat pembukaan "The 11th China-ASEAN Mining Cooperation Forum & Exhibition 2021" di Kota Nanning, Provinsi Guangxi pada sesi pembukaan 20 Mei 2021/Ist

Dunia

Indonesia Gali Potensi Di Forum Kerjasama Pertambangan China-ASEAN

MINGGU, 23 MEI 2021 | 10:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kerjasama dan investasi antara Indonesia dan China di sektor pertambangan terus meningkat, dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Hal itu disampaikan oleh Dutabesar RI untuk Republik Rakyat China (RRC) Djauhari Oratmangun dalam "The 11th China-ASEAN Mining Cooperation Forum & Exhibition 2021" di Kota Nanning, Provinsi Guangxi pada sesi pembukaan, Kamis (20/5).

Forum tersebut digelar selama tiga hari, dari 19 hingga 21 Mei 2021 oleh Kementerian Sumber Daya Alam China dan pemerintah Provinsi Guangxi. Acara mengambil tema "Building the Belt and Road, Strengthening Green Mining".


Menurut keterangan tertulis dari KBRI Beijing yang diterima redaksi pada Minggu (23/5), Dubes Djauhari menyampaikan berbagai perkembangan kebijakan investasi di Indonesia dalam kesempatan tersebut.

Sejumlah delegasi Indonesia juga turut berpartisipasi aktif dalam beberapa sesi yang diselenggarakan.

Koordinator Kerjasama pada Pusat Sumber Daya Mineral, Batu Bara dan Panas Bumi Kementerian ESDM, Armin Tampubolon menjadi panelis secara daring dalam dua sesi yaitu "Forum of Director General of China-ASEAN Geosciences Departments" dan "Seminar on China-ASEAN Mining Law and Policy".

Selain itu, hadir Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono yang menjadi panelis secara daring dalam sesi "Forum of Presidents of China-ASEAN Geosciences Universities".
    
China-ASEAN Mining Cooperation Forum merupakan salah satu agenda tahunan penting dalam kerangka China-ASEAN Expo dan China-ASEAN Business and Investment Summit yang mempertemukan kalangan pemerintah, pelaku usaha di bidang pertambangan dan akademisi dari negara-negara ASEAN dan China.

Dalam salah satu sesi, Chairman Lygend Resources & Technology Co. Ltd., Cai Jianyong turut membagikan pengalaman perusahaannya melakukan kerja sama dan investasi pertambangan di Indonesia.

Lygend tercatat memulai investasi proyek nikel senilai 1,2 milyar dolar AS pada tahun 2018 di Pulau Obi dan hingga kini terus memperluas investasinya di Indonesia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya