Berita

Mantan analis militer Amerika Serikat, Daniel Ellsberg/Getty Images

Dunia

Pentagon Papers: AS Akan Luncurkan Serangan Nuklir Jika China Menginvasi Taiwan Pada 1958

MINGGU, 23 MEI 2021 | 06:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah dokumen rahasia dari Pentagon yang bocor mengungkap bahwa Amerika Serikat (AS) pernah mempertimbangkan untuk mengirim serangan nuklir ke China untuk melindungi Taiwan pada 1958.

Dokumen tersebut diunggah oleh mantan analis militer Daniel Ellsberg dan dilaporkan pertama kali oleh New York Times, seperti dikutip South China Morning Post, Sabtu (22/5).

Dalam dokumen tersebut dijelaskan, jika China melakukan invasi ke Taiwan, maka Ketua Kepala Staf Gabungan ketika itu, Jenderal Nathan Twining mengatakan AS akan menggunakan senjata nuklir yang ditujukan ke pangkalan udara China.


"Jika ini tidak menghentikan invasi, maka tidak ada alternatif lain selain melakukan serangan nuklir jauh ke China hingga ke Shanghai," lanjut dokumen tersebut.

Ellsberg mengatakan, ketika itu para pejabat AS berasumsi bahwa Uni Soviet akan membantu China dan membalas dengan senjata nuklir.

Namun pada saat itu, Presiden AS Dwight D. Eisenhower memutuskan untuk mengandalkan senjata konvensional.

Ketegangan pada 1958 sendiri berakhir ketika Partai Komunis China menghentikan serangan artileri ke pulau-pulau yang dikuasai Taiwan.

Washington telah mengakui Beijing sejak 1979, tetapi mempertahankan hubungan dekat dengan Taipei dan menjadi sekutu militer terpentingnya.

Selain dokumen terkait kemungkinan serangan nuklir AS ke China, Ellsberg juga pernah membocorkan dokumen "Pentagon Papers" lainnya pada 1971 terkait studi rahasia AS terkait Perang Vietnam.

Selama ini, China menganggap Taiwan sebagai provinsi pemberontak yang suatu hari akan kembali ke daratan, dengan kekerasan jika perlu. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir angkatan udara China telah meningkatkan serangan ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.

Untuk melindungi Taiwan, AS sering melakukan operasi kebebasan navigasi di perairan Selat Taiwan yang memicu ketegangan dengan China.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya