Berita

Aparat keamanan Myanmar berusaha membubarkan aksi unjuk rasa anti-kudeta/Net

Dunia

Menlu Retno Minta PBB Dukung ASEAN Cari Solusi Untuk Selesaikan Isu Myanmar

JUMAT, 21 MEI 2021 | 11:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, Indonesia tidak luput untuk membawa isu Myanmar ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Dalam pertemuan dengan Presiden Dewan Keamanan PBB yang saat ini dipegang oleh China dan Presiden Majelis Umum PBB yang dipegang oleh Turki, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membahas upaya ASEAN untuk menyelesaikan isu Myanmar.

"Saya sampaikan upaya yang dilakukan ASEAN untuk segera menghentikan kekerasan dan mengembalikan demokrasi di Myanmar termasuk ALM (ASEAN Leaders' Meeting) yang menghasilkan 5 poin konsensus," ujar Retno dalam konferensi pers virtual pada Jumat (21/5).


ALM telah digelar pada 25 April di Sekretariat ASEAN di Jakarta. Para pemimpin ASEAN telah menyepakati 5 poin konsensus untuk memperbaiki situasi di Myanmar pasca kudeta militer pada 1 Februari.

Lima poin kosensus tersebut adalah dihentikannya kekerasan, dimulainya dialog konstruktif, adanya proses mediasi dari ASEAN dan PBB, bantuan kemanusiaan, dan dikirimnya delegasi ke Myanmar.

Retno mengatakan, saat ini ASEAN tengah berfokus pada implementasi konsensus tersebut.

"Saya meminta agar Dewan Keamanan PBB, Majelis Umum PBB memberikan dukungan terhadap upaya yang dilakukan ASEAN dan menggunakan pengaruhnya kepada pihak yang terkait di Myanmar agar menerima fasilitasi ASEAN dalam menyelesaikan masalah di Myanmar," lanjut Retno.

Dalam kesempatan tersebut, Retno mengungkap, baik Presiden Majelis Umum PBB dan Dewan Keamanan PBB, memberikan apresiasi tinggi kepada kepemimpinan Indonesia dalam upaya mencari jalan bagi penyelesaikan krisis politik di Myanmar.

Mereka juga memberikan dukungan kepada ASEAN dalam pelaksanaan lima poin kosensus tersebut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya