Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Darurat Wabah Jamur Hitam, India Minta Negara Bagian Deklarasikan Epidemi

JUMAT, 21 MEI 2021 | 11:06 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah pusat India meminta negara bagian yang memiliki jumlah kasus infeksi jamur hitam untuk mendeklarasikan wabah tersebut sebagai epidemi.

Jurubicara Kementerian Kesehatan Lav Agarwal pada Kamis (20/5) mengatakan infeksi jamur hitam atau Mucormycosis telah melanda sejumlah negara bagian.

"Belakangan ini muncul masalah baru berupa infeksi jamur yaitu Mucormycosis, dan banyak kasus telah dilaporkan pada pasien Covid-19, terutama yang sedang menjalani terapi steroid dan bermasalah dengan gula. Infeksi jamur ini bermuara pada penyakit jangka panjang dan kematian di antara pasien Covid-19," ujar Agarwal, seperti dikutip Sputnik.


Pada Rabu (19/5), negara bagian Maharashtra melaporkan sedikitnya 90 kematian akibat Mucormycosis tersebut, dengan sekitar 1.500 terinfeksi.

Infeksi juga terdeteksi di negara bagian Rajasthan dan Telangana, yang telah menyatakan wabah tersebut sebagai epidemi.

Agarwal mengatakan, pihak berwenang harus mengklasifikasikan penyakit tersebut sebagai epidemi. Pengobatan yang dilakukan juga harus menggunakan pendeketan intersipliner.

Ahli bedah mata, spesialis THT, ahli bedah saraf, dan ahli bedah maksilofasial dan lain-lain, serta pengobatan dengan Amphotericin B sebagai obat antijamur perlu diikutsertakan dalam mengobati pasen yang terinfeksi.

Jamur hitam atau Mucormycosis adalah infeksi jamur yang menyerang sinus, otak, dan paru-paru, dan dikatakan memiliki tingkat kematian 50 persen.

Orang dengan diabetes atau kekebalan yang berkurang setelah melawan penyakit lain, termasuk Covid-19, sangat rawan terpapar Mucormycosis.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya