Berita

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/Net

Dunia

Menlu Retno Minta PBB Kirim Tim Untuk Pastikan Keselamatan Rakyat Palestina Dan Lindungi Masjid Al Aqsa

JUMAT, 21 MEI 2021 | 09:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengajukan tiga langkah konkret yang perlu diambil oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk menangani situasi di Palestina.

Usulan tersebut dijabarkan oleh Retno dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB di New York pada Kamis (20/5).

"Pertama, hentikan kekerasan dan aksi militer untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa," kata Retno.


Dalam hal ini, Retno mengatakan, Majelis Umum PBB harus menuntut gencatan senjata segera, tahan lama, dan dihormati secara penuh. Selain itu, perlu diupayakan agar kejahatan tidak terulang di masa mendatang.

"Majelis Umum PBB harus menyerukan didirikannya keberadaan internasional di Al Quds untuk mengawasi dan memastikan keselamatan rakyat di wilayah pendudukan, untuk melindungi status kompleks Al Haram Al Sharid, tempat suci untuk tiga agama," jelasnya.

Langkah kedua yang perlu dilakukan oleh PBB adalah memastikan akses kemanusiaan dan perlindungan warga sipil.

Retno menyerukan Majelis Umum PBB, bersama dengan badan PBB yang terkait dan pihak lain, untuk meningkatkan upayanya dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina yang terdampak.

Komunitas internasional, lanjut dia, juga harus menyerukan Israel untuk membuka dan memberikan akses pengiriman bantuan kemanusiaan, termasuk ke Gaza, yang telah berada dalam pengepungan selama lebih dari 13 tahun.

Langkah terakhir adalah mendorong negosiasi multilateral yang kredibel, khususnya dalam memajukan perdamaian yang adil dan komprehensif berdasarkan solusi dua negara dan parameter internasional yang telah disetujui.

"Majelis Umum memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan agar negosiasi perdamaian dapat terlaksana," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya