Berita

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi/Net

Dunia

Diplomat Senior Iran: Menyakitkan Lihat Wina Kibarkan Bendera Israel Di Atas Gedung-gedung Pemerintahan

SABTU, 15 MEI 2021 | 13:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Iran mengecam sikap Austria yang memilih mengibarkan bendera Israel di gedung-gedung pemerintahan di tengah pertempuran Israel-Hamas yang semakin meningkat dalam sepekan terakhir.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan kekecewaannya dengan mengatakan betapa menyakitkan melihat bendera biru putih Israel berkibar di Wina.

Araghchi yang berada di Wina sebagai kepala negosiator nuklir Iran mengungkapkan keprihatinannya dalam tweet yang di posting pada Jumat (14/5), meminta dukungan kekuatan dunia atas perang mematikan yang semakin mengkhawatirkan itu.


Merujuk pada Wina yang menjadi tuan rumah pembicaraan 4 + 1 negara yang membahas kembalinya AS ke Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), Araghchi mengatakan bahwa ibu kota Austria adalah markas besar Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Sayangnya, Kanselir Austria, Sebastian Kurz, lebih memilih bersimpati dengan Israel yng katanya diserang lebih dulu oleh Hamas.

"Wina adalah pusat IAEA & PBB, dan sejauh ini menjadi tuan rumah yang hebat untuk negosiasi," tulis Araghchi, sambil memberikan tautan langsung ke badan itu.

“Mengejutkan dan menyakitkan melihat bendera rezim pendudukan, yang secara brutal membunuh puluhan warga sipil yang tidak bersalah, dipasang di atas kantor-kantor pemerintah di Wina. Kami mendukung Palestina," katanya, seperti dikutip dari Iran Press, Sabtu (15/5).

Langkah pemerintah Austria adalah sebagai bentuk solidaritas dengan Israel, di mana wilayah sipil telah menjadi sasaran ratusan roket dan rudal yang ditembakkan oleh militan di Gaza. Amarah Araghchi terjadi ketika Iran berusaha agar sanksi AS yang dijatuhkan oleh mantan Presiden Donald Trump dicabut.

Meskipun Pemerintahan Biden telah menyuarakan kesiapannya untuk mencabut sanksi guna menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015, baik AS dan Eropa sekutunya prihatin dengan 'aktivitas jahat' Iran di wilayah tersebut. Teheran telah mendanai dan memasok senjata ke kelompok-kelompok militan seperti Hizbullah Lebanon, Hamas Palestina, dan Jihad Islam di Gaza.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya