Berita

Sejarawan Universitas Montreal di Kanada, Yakov Rabkin/Net

Dunia

Sejarawan: Israel Lebih Kuat Dari Palestina, Berhentilah Berperan Sebagai Korban

SABTU, 15 MEI 2021 | 06:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejarawan Universitas Montreal di Kanada, Yakov Rabkin, mengomentari perselisihan antara Israel dan Palestina yang kembali memburuk dalam sepekan terakhir. Menurutnya, Israel adalah pihak yang lebih kuat dan 'pelaku' dalam perang mematikan yang berlangsung dalam seminggu belakangan ini.

"Mereka sudah seharusnya berhenti bermain-main, berperan seolah menjadi pihak yang menjadi korban," ujar Rabkin kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara, Jumat (14/5).

"Pesan saya kepada pihak yang lebih kuat, yaitu Israel dalam kasus ini, adalah bahwa mereka harus merevisi narasi mereka.  Saya katakan, berhenti berpikir bahwa Anda adalah korban. Anda bukan korban dalam kasus ini. Anda adalah pelakunya," ujarnya.


Profesor itu mengatakan Israel sudah seharusnya berperilaku sesuai dengan norma internasional. Apa yang dilakukan Israel telah memenuhi kriteria sebagai kejahatan perang.

Dia juga menolak penggunaan istilah 'konflik' untuk menggambarkan kekerasan antara Israel dan Palestina, dengan mengatakan itu tidak berlaku karena Israel memiliki kekuatan yang tidak proporsional.

"Karena kita pada dasarnya berbicara tentang penduduk sipil yang menghadapi salah satu mesin militer paling canggih di kawasan ini," kata Rabkin.

Rabkin juga mengatakan bahwa banyak politisi 'menggunakan situasi seperti perang' untuk menyelamatkan 'kulit' mereka.

“Saya tidak bisa seperti Perdana Menteri Netanyahu. Saya tidak tahu mengapa dia memberi perintah ini (pengerahan kekuatan).  Jelas, dia mendapat manfaat dari polarisasi dalam masyarakat Israel, dan tentu saja permusuhan semacam ini meningkatkan polarisasi, yang kita lihat bahkan di jalan-jalan Israel," katanya.

Beralih ke kebijakan lama Amerika dalam melindungi Israel dari kritik dan kecaman internasional di PBB, Rabkin berkata: "Ada konsensus tak terucapkan bahwa Israel harus menikmati impunitas yang luar biasa."

Apa yang dilakukan Israel, di satu sisi, tidak jauh berbeda dari apa yang telah dilakukan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia, menurut Rabkin.

"Saya tidak akan menyalahkan (Presiden AS Joe) Biden atau pemerintahannya. Mereka mengikuti jejak semua pemerintahan sebelumnya," pungkasnya.

Protes terhadap penggusuran warga Palestina yang direncanakan di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur telah berubah menjadi kekerasan, setelah Israel mengerahkan kekuatan pasukannya sehingga menyebabkan banyak korban, termasuk wartawan.

Situasi meningkat sejak tentara Israel mulai melakukan serangan udara di Jalur Gaza pada Senin (11/5).

Setidaknya 109 warga Palestina telah tewas, termasuk 28 anak-anak dan 15 wanita, sementara 621 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Palestina.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya