Berita

Kerusuhan di Sheik Jarrah, Yerusalem/Net

Dunia

Komisi HAM OKI Desak Dewan Keamanan PBB Dan UE Agar Hentikan Tindakan Kekerasan Israel

SENIN, 10 MEI 2021 | 15:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tindakan keras aparat keamanan Israel terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa terus mendapat kecaman dari komunitas internasional.

Terbaru, kecaman datang dari Komisi Hak Asasi Manusia Permanen Independen. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Minggu (9/5) waktu setempat, mereka mengatakan, bahwa tindakan ilegal Israel baru-baru ini sama saja dengan 'kejahatan perang' di bawah hukum humaniter internasional, dan mereka yang melakukan pelanggaran kejam di Yerusalem Timur harus dituntut.

Sebagai bagian dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), komisi tersebut mengutuk penggunaan kekerasan ilegal dan brutal Israel terhadap orang-orang Palestina yang memprotes, dengan mengatakan bahwa mereka "terkejut dengan kebrutalan itu."


Komisi tersebut juga mencatat bahwa menyerang umat Islam selama bulan suci Ramadhan merupakan pelanggaran serius terhadap hak kebebasan beragama mereka.

"Sangat tidak manusiawi untuk menyerang jamaah tak bersenjata yang tidak bersalah dengan meriam air, granat kejut dan peluru berlapis karet," kata pernyataan itu, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (10/5).

Komisi tersebut juga mengutuk keras terkait tindakan penggusuran paksa warga Palestina dari rumah mereka yang dilakukan oleh polisi Israel. Mereka juga mendesak Israel untuk segera menghentikan penggusuran paksa tersebut.

"Yerusalem Timur adalah bagian integral dari Wilayah Pendudukan Palestina, tidak ada bagian yang dapat disita oleh Kekuatan Pendudukan dengan tindakan paksaan," kata pernyataan itu.

Lebih lanjut dikatakan bahwa komisi tersebut meminta Dewan Keamanan PBB, Kuartet - Uni Eropa, Rusia, PBB dan AS - serta komunitas internasional "untuk memaksa Israel menghentikan kebrutalan yang tidak manusiawi ini."

Menekankan bahwa tindakan konkret harus diambil untuk penyelesaian sengketa yang komprehensif dan adil sesuai dengan resolusi PBB yang relevan, komisi tersebut menunjukkan bahwa Palestina membutuhkan akses gratis ke tempat-tempat suci, termasuk Masjid Al-Aqsa.

Pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa mengakui hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri untuk mendirikan "negara merdeka, layak dan berkelanjutan" dan untuk mengembalikan rumah dan properti mereka adalah inti integral dari solusi tersebut.

Warga Palestina di Yerusalem dalam beberapa hari terakhir telah melakukan aksi solidaritas bersama penduduk lingkungan Sheikh Jarrah, yang berujung oada tindakan keras aparat keamanan Israel.

Krisis tersebut bermula dari keputusan Pengadilan Pusat Israel di Yerusalem Timur, yang menyetujui keputusan untuk mengusir tujuh keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan tersebut demi pemukim Israel pada awal tahun ini.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya