Berita

Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza, usai reses di Ponpes Riyadlus Sholihin/RMOLJatim

Nusantara

Ajak Masyarakat Tunda Mudik, Politikus PKB: Covid-19 Masih Mengancam

RABU, 28 APRIL 2021 | 10:05 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ajakan dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik pada tahun ini terus digaungkan berbagai pihak. Salah satunya oleh Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza.

Ia menegaskan, masyakarat harus mengikuti aturan dan mentaati apa yang menjadi kebijakan pemerintah demi keamanan dan keselamatan bersama.

"Mudiknya ditunda dulu, sampai benar-benar aman dan tidak ada Covid-19 lagi," jelasnya saat melakukan Kunjungan Dapil di Ponpes Riyadlus Solihin, Ketapang, Kota Probolinggo, Selasa (27/4).


Faisol Riza berharap masyarakat dapat memahami tujuan dari larangan mudik yang diberlakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19. Pasalnya virus Covid-19 masih ada dan dapat mengancam bila mobilitas masyarakat tak dapat dikendalikan.

"Ya dengan diberlakukannya larangan mudik pada lebaran 2021 ini, saya sebagai Ketua Komisi VI DPR RI berharap pada masyarakat untuk mengerti terkait larangan mudik yang dikeluarkan oleh Pemerintah," tambahnya, seperti dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Nah, demi penanggulangan penyebaran Covid-19 lanjut Ketua DPP PKB ini, masyarakat diimbau untuk menahan pulang kampung atau mudik, supaya Covid-19 ini segera berakhir di khususnya di Indonesia.

"Ya masyarakat diharapkan dapat menahan untuk mudik dan patuhi peraturan Pemerintah ini, karena Covid-19 ini masih mengancam. Di negara-negara lain seperti India yang hingga saat ini masih tergolong tinggi penyebaran Covid-19 tersebut, maka masyarakat Indonesia harus benar-benar menjaga mengingat virus berbahaya itu mulai rendah penyebarannya di negara kita ini," pungkasnya.

Larangan mudik Lebaran tahun 2021 telah resmi diberlakukan oleh pemerintah. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 No 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya