Berita

Ekonom senior DR. Rizal Ramli/Net

Politik

Kata Rizal Ramli, Swasembada Pangan Bukan Pepesan Kosong Asal Menteri Pemburu Rente Dipecat

SELASA, 20 APRIL 2021 | 08:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Cita-cita pemerintah untuk membawa Indonesia kembali swasembada pongan bukanlah hal yang mustahil atau pepesan kosong. Bahkan ekonom senior DR. Rizal Ramli menyebut bahwa di sisa masa jabatan Presiden Joko Widodo cita-cita itu bisa terwujud.

Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur tersebut meyakini bahwa perubahan yang radikal bisa membuat Indonesia kembali menjadi negara swasembada pangan dalam waktu 2 hingga tahun. Perubahan radikal itu membutuhkan sejumlah syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi.

Syarat yang paling mendasar adalah adanya kebijakan perdagangan dan kebijakan harga yang mendukung tujuan kedaulatan pangan.


“Dengan kebijakan perdagangan dan ‘pricing policy’ yang suportif terhadap tujuan kedaulatan pangan, cita-cita swasembada dapat dicapai dalam 2 hingga 3 tahun,” tuturnya kepada wartawan Selasa (20/4).

Syarat lain yang tidak kalah penting adalah Presiden Joko Widodo membersihkan kabinetnya dari para pemburu rente. Sebab, tidak jarang kebijakan impor muncul karena ada rente yang menggiurkan.

“Pecat menteri-menteri pemburu rente impor,” pesannya.

Swasembada pangan Indonesia semakin jauh panggang daripada api. Sebab berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sejumlah kebutuhan dasar dalam negeri mengalami peningkatan impor yang tinggi.

Misalnya impor garam di Maret 2021 sebanyak 299.736 ton. Realisasi ini naik 275 persen dari Februari 2021 sebanyak 79.929 ton. Jika dibanding tahun sebelumnya, maka impor garam naik 54,02 persen, dimana pada Maret 2020 impor sebanyak 194.608 ton.

Sementara impor gula di kuartal I-2020 meningkat signifikan, yakni sebanyak 1,93 juta ton atau naik 42,96 persen dibandingkan dengan periode Januari hingga Maret 2020 yang sebanyak 1,34 juta ton.

Begitu juga kedelai yang naik 52,7 persen dibanding bulan Maret tahun sebelumnya. Dari 167.663 ton di tahun 2020 menjadi 255.296 ton di 2021.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya