Berita

Logo Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)/Net

Politik

Dukungan Masyarakat Terhadap PDIP Masih Moncer Di Survei LPPM, Demokrat Beda 0,1 Persen Dari Gerindra

KAMIS, 15 APRIL 2021 | 00:03 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tingkat keterpilihan publik terhadap partai politik pemenang pemilu 2019, atau yang tengah berkuasa di pemerintahan masih cukup tinggi, berdasarkan hasil survei Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPPM).

Direktur Eksekutif LPPM, Daniel Zafnat Paneah menjelaskan, dalam surveinya yang dilakukan sejak 26 Maret hingga 8 April menemukan, PDIP masih mendapat dukungan yang cukup tinggi.

"Bahwa PDIP berada di posisi tertinggi yakni 14,2 persen untuk kategori pilihan partai politik jika pemilu digelar di saat survei belangsung," ujar Daniel dalam rilis survei yang diterima, Rabu (14/4).


Yang paling menarik dari survei ini, disampaikan Daniel, posisi Partai Demokrat berada diurutan keempat, atau memiliki selisih angka dengan Partai Gerindra yang berada diurutan ketiga. Sementara, diurutan kedua ditempati Partai Golkar.

"Partai Golkar sebesar 13,7 persen, Gerindra 7,2 persen dan Demokrat 7,1 persen," beber Daniel.

Kemudian diurutan kelima, lanjut Daniel, ada PKB yang mendapat 6,9 persen, disusul Nasdem 6,7 persen, PKS 6,4 persen, PSI 4,1 persen, PAN 3,1 persen, PPP 2,9 persen dan partai peserta pemilu lainnya sebanyak 2,3 persen.

"Dan responden yang tidak memberikan jawaban masih cukup tinggi, yaitu 25,4 persen," sambung Daniel.

Adapun jika dilihat dari pemaparan Daniel dalam simulasi piihan publik pada partai politik dengan menyebutkan nama-nama parpol, PDIP masih berada diurutan pertama dengan persentase 17,7 persen.

Namun, untuk urutan kedua hingga kelima ada perubahan. Yaitu, diurutan keempat ditempati PKB dengan persentase keterpilihan 7,2 persen. Sementara posisi kelimanya ditempati Demokrat yang mendapat 7,1 persen.

Sementara, untuk urutan kedua masih ditempati Golkar dengan persentase 17,3 persen dan Gerindra urutan ketiga dengan persentase 8,3 persen.

Dalam survei ini, LPPM menggunakan metode wawancara melalui telepon/cellphone kepada 2.000 responden untuk melakukan kajian opini publik, selama rentang 26 Maret hingga 8 April 2021.

Dari 2.000 responden yang dipilih secara acak, LPPM melakukan pembobotan dengan memperhatikan karakteristik populasi nasional yang mengacu pada demografi responden.

Adapun, margin of error survei ini diperkirakan kurang lebih 2,19 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya