Berita

Pakar kebjiakan pembangunan University of California, Berkeley, Amerika Serikat, Sirojudin Abbas/Net

Politik

Pakar Kebijakan Pembangunan: Reshuffle Harus Mengutamakan Meritokrasi Ketimbang Represetasi Politik

RABU, 14 APRIL 2021 | 11:01 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden Joko Widodo yang direncanakan akan mengambil langkah reshuffle untuk kedua kalinya ditanggapi pakar kebjiakan pembangunan University of California, Berkeley, Amerika Serikat, Sirojudin Abbas.

Menurutnya, penetapan atau penggantian seorang pejabat pemerintahan juga patut ditentukan salah satunya oleh misi dan tujuan strategis lembaga yang akan diembannya.

"Presiden tentu punya penilaian sendiri apakah pimpinan yang ada sekarang masih tepat menjalankan misi dan tujuan baru atau tidak," ujar Sirojudin Abbas saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (14/4).


"Jika dinilai sudah tidak tepat, maka penggantian atau reshuffle menjadi keharusan," sambungnya.

Lebih spesifik lagi, Direktur Eksekutif Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC) ini menyebutkan corak pemilahan pejabat oleh Jokowi, yang diharpakan tidak hanya memakai pertimbangan politis tapi juga pertimbangan kualitatif.

"jika reshuffle kedua dilakukan, harapan saya, presiden akan mengutamakan kepantasan dan ketepatan kualifikasi  (meritokrasi) ketimbang representasi politik. Sebab, yang harus diprioritaskan adalah pencapaian misi dan tujuan strategis yang diinginkan Presiden," ucapnya.

"Dengan cara itulah, presiden akan bisa meninggalkan legacy kepemimpinan yang akan dikenang sepanjang sejarah bangsa ini," tandas Sirojudin Abbas.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya