Berita

Proses pencarian korban Gempa di Sulawsi Barat oleh Kepolisian meggunakan anjing pelacak/Ist

Presisi

Kerahkan Anjing Pelacak, Polri Susuri Wilayah Banjir Dan Longsor NTT

SENIN, 12 APRIL 2021 | 10:52 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tim Mabes Polri menyusuri wilayah-wilyah yang sulit dijangkau pendistribusian bantuan akibat banjir bandang dan longsor di NTT. Tim kesehatan Korps Brimob Polri dan Pusdokkes Polri serta tim K-9 yang didalamnya terdapat anjing pelacak
dibawa untuk mempercepat penanganan bencana alam tersebut.

Kasatgas back up penanganan banjir bandang dan longsor NTT Mabes Polri Irjen Anang Revandoko  yang juga ikut turun langsung bersama Kakorpolairud Baharkam Polri IrjenVerdianto I. Bitticaca mengeksplor wilayah di desa Taramana, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini disebut merupakan salah satu wilayah terparah yang aksesnya terputus untuk mengirimkan bantuan.

“Tidak adanya listrik ataupun jaringan seluler tidak menurunkan semangat tim dari Polri untuk membantu masyarakat korban angin puting beliung dan banjir di desa tersebut,” kata Anang kepada wartawan, Senin (12/4).

“Tidak adanya listrik ataupun jaringan seluler tidak menurunkan semangat tim dari Polri untuk membantu masyarakat korban angin puting beliung dan banjir di desa tersebut,” kata Anang kepada wartawan, Senin (12/4).

Komandan Korps Brimob Polri ini mengungkapkan, telah melibatkan tim kesehatan dari Brimob Polri dan Pusdokkes Polri untuk menjamah lokasi tersebut . Selain itu, anjing pelacak K-9 juga dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban yang masih hilang.

“Pelibatan tim kesehatan Korbrimob terdapat seorang wanita/ibu-ibu dimana lokasi operasi sangat ekstream. Kita juga melibatkan 2 anjing pelacak untuk mempercepat pencarian korban dari satuan K-9 Baharkam Polri,”tuturnya.

Anang mengungkapkan, pihaknya juga membawa logistik berupa makanan dan obat-obatan dengan menggunakan Kapal Bharata-8004 milik Korpolairud Baharakam Polri.



Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya