Berita

Lambang Mossad/Net

Publika

Perang Intelijen Antara Iran Melawan Israel

MINGGU, 11 APRIL 2021 | 13:55 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

MOSSAD diakui sebagai salah satu badan intelijen terbaik di dunia. Dalam melakukan aksinya sangat ofensif dan terlatih melakukannya di berbagai negara, baik di Eropa, Amerika, bahkan di sejumlah negara Arab.

Mossad tidak segan menghabisi nyawa target operasinya baik dengan cara senyap seperti meracun atau membius, juga dengan cara terbuka dengan menembak atau menggunakan bom.

Sejumlah tokoh Palestina meninggal dunia sebagai bagian dari sasaran operasi Mossad. Nama-nama terkenal seperti Khalil al Wazir yang dikenal dengan Abu Jihad dibunuh di Tunisia tahun 1988, kemudian Syekh Ahmad Yasin pemimpin spiritual Hammas diberondong dengan menggunakan helikopter di Gaza pada tahun 2004. Konon Yasser Arafat juga diracun Mossad dengan memanfaatkan lingkaran dalam sang Presiden Palestina.


Yang paling mutakhir, Mohsen Fakhrizadeh ahli nuklir Iran dihabisi nyawanya di negaranya sendiri, dalam pengawalan pasukan khusus di tengah keramaian, dengan menggunakan kombinasi senjata laras panjang dan bom. Bagaimana Mossad melakukannya sampai sekarang masih dalam proses penyelidikan. Menurut keterangan resmi Tel Aviv bekerjasama dengan oposisi lokal.

Meskipun demikian, Mossad juga sering gagal dalam melakukan operasinya. Salah satu kegagalan yang sangat menampar wajah Israel sekaligus merugikannya secara politik, ketika Tel Aviv hendak menghabisi nyawa orang nomor satu Hammas bernama Khalid Meshal yang waktu itu menjabat kepala biro politik yang berkantor di Yordania.

Mishal yang sudah sekarat terkena racun yang dibawa oleh agen Mossad, kemudian berhasil diselamatkan nyawanya dengan memaksa para pejabat tinggi Israel memberi penawarnya. Raja Hussein yang merasa bertanggung jawab terhadap nyawa Mishal karena tragedi itu terjadi di wilayahnya, sampai menyandera para pelaku yang bersembunyi di Kedutaan Israel di Kota Amman.

Iran bukanlah lawan seimbang Israel dalam dunia intelijen. Jika Tel Aviv menggunakan strategi mengejar targetnya sampai ke ujung dunia, maka Iran menggunakan strategi difensif. Tujuannya hanya untuk melindungi diri dari serangan lawan dan menjaga kepentingan nasional negaranya.

Meskipun demikian, sekali-sekali Iran berhasil mempermalukan negara Zionis ini. Keberhasilan paling fenomenalnya adalah saat Teheran menggunakan milisia Hizbullah yang beroperasi di Lebanon untuk memantau gerak-gerik pasukan Israel yang berpatroli di perbatasan Lebanon-Israel.

Rupanya negara Zionis ini tidak menyadari bahwa seluruh laporan pos komandonya di perbatasan ke Tel Aviv disadap oleh Hizbullah. Hizbullah juga berhasil mencuri gambar yang diambil oleh drone-drone Israel yang secar reguler terbang di langit Lebanon.

Saat Tel Aviv merencanakan menggempur posisi-posisi penting gerilyawan Hizbullah, maka Hizbullah mengambil inisiatif menyerang lebih dahulu dengan cara menyergap tentara Israel yang sedang berpatroli di perbatasan, kemudian menyanderanya.

Mendapat laporan kejadian memalukan ini para jenderal dan petinggi politik di Tel Aviv marah besar, kemudian secara tergesa-gesa memerintahkan penyerangan terhadap Hizbullah dengan maksud untuk membebaskan tentaranya yang disandra sekaligus memberi pelajaran pada Hizbullah yang dianggapnya sebagai kanker.

Rupanya umpan dan provokasi yang dilakukan Hizbullah termakan, sementara Hizbullah sudah menyiapkan sejumlah jebakan di wilayah Lebanon Selatan yang berbatasan dengan Israel. Inilah awal cerita perang tahun 2006 saat Israel mengakui kekalahannya melawan milisia Hizbullah.

Sejak peristiwa itu Hizbullah semakin perkasa, karena semakin banyak pemuda Lebanon yang bergabung. Teheran juga semakin royal memberikan dana dan senjata canggih, seperti rudal dan drone. Pada saat bersamaan Hassan Nasrallah yang menjadi orang nomor satu di Hizbullah seringkali mengancam Tel Aviv dan sekali-sekali membuktikan ancamannya dengan operasi-operasi kecil yang terukur.

Semua ini mebuat Israel geram, merasa dipermainkan dan dilecehkan. Sejak lama Hassan Nasrallah sudah ditetapkan sebagai target operasi (TO) untuk dihabisi. Sayangnya meskipun perburuan sudah dilakukan bertahun-tahun, ternyata Hassan Nasrallah masih sehat wal afiat dan masih terus mengagitasi pengikutnya untuk melawan Israel.

Hassan Nasrallah melindungi diri dengan cara bersembunyi terus-menerus dan tinggal berpindah-pindah. Akan tetapi ia terus berkomunikasi secara terbuka dengan pengikutnya dengan menggunakan cara teleconference. Yang menarik, dengan cara ini ia bisa melakukan dialog dua arah secara terbuka dan disiarkan oleh TV Al-Manar milik Hizbullah.

Saat Mohsen Fakhrizadeh dibunuh di pinggiran kota Teheran, dalam sepekan Iran langsung membalasnya  dengan menghabisi nyawa salah seorang komandan Mossad bernama Fahmi Hinafi saat berada di Jalan Raya kota Tel Aviv, di dekat lampu merah persimpangan jalan yang diberondong 15 peluru. Terkait masalah ini kedua belah pihak tidak mengkonfirmasi tetapi juga tidak membantahnya.

Karena itu menarik untuk terus dicermati pertarungan di dunia ini, karena sebagian besar tidak kasat mata meskipun nyata adanya. Publik baru mengetahui jika salah satu atau keduanya menyatakannya, dan hal ini jarang sekali dilakukan kecuali ada kepentingan tertentu.
 
Penulis adalah pengamat politik Islam dan demokrasi


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Kini Posko Pengungsian Korban Gempa NTT Tersedia Internet Gratis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:45

HUT ke-81 RI Momen Memperkuat Kebersamaan dan Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:28

Merdeka Bernegara, Jalan Panjang Berbangsa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:00

32 Kendaraan Hias Semarakkan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:50

Langkah Cepat Polri Tangani Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:30

Polda Malut Terima 16 Senjata Api Ilegal dari Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:05

Saatnya Indonesia Berdaulat dalam Sektor Pangan dan Energi

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:45

Upaya Menjaga Kedaulatan Pilihan Pengurus NU

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:22

BCA dan Pegadaian Luncurkan Layanan Tabungan Emas di myBCA

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:51

Listrik dan Telekomunikasi di Flores Hampir Pulih 100 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:50

Selengkapnya