Berita

Peninjauan lokasi bencana di NTT oleh Kepala Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo (rompi oranye)/Repro

Nusantara

Doni Monardo Pastikan Evakuasi Korban Bencana NTT Di Daerah Terisolir Dimaksimalkan Menggunakan Helikopter

RABU, 07 APRIL 2021 | 23:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sejumlah daerah yang belum bisa diakses atau terisolir akibat dampak bencana Badai Siklon Tropis Seroja disejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih ditemukan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, sejumlah daerah yang masih terisiolir antara lain di Malaka, Rote Ndao, Adonara dan Alor.

Tim SAR gabungan kata Doni Monardo, akan menyisir daerah-daerah tersebut termasuk mengevakuasi korban bencana dengan menggunakan helikopter.


"Helikopter sudah ada empat unit tergelar. Yaitu dua unit di Maumere, satu unit di Kota Kupang, dan satu unit lagi di Sumba," ujar Doni Monardo dalam jumpa pers virtual yang diselenggarakan pada Rabu malam (7/4).

"Adapun dua unit lagi dalam proses kedatangan. Dan diharapkan besok bisa tiba," sambungnya.

Proses pencarian korban dan juga evakuasi, kata mantan Danjen Kopassus ini, akan dilakukan dibeberapa daerah terisolir tersebut mulai besok.

Namun, Tim SAR gabungan yang akan berangkat nantinya akan menyesuaikan dengan kondisi cuaca. Karena hingga malam ini, Doni Monardo melihat terjadinya perubahan cuaca yang cukup ekstrem di wilayah NTT.

"Dan tadi pagi saya bersama wagub dan bupati yang semua sudah terjadwal ke Adonara akhirnya tidak bisa terbang, karena hujan lebat di Larantuka, dan cuaca kabut disekitar Adonara," ungkap Doni Monardo.

"Jadi hari ini praktis penerbangan helikopter mengalami hambatan. Namun, mudah-mudahan besok kita harapkan cuaca semakin baik, sehingga semua tempat yang belum terjangkau oleh jalur darat dan juga laut akan bisa terjangkau, tambahnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya