Berita

Terduga teroris ZA, pelaku penyerangan Mabes Polri/Repro

Presisi

Tak Terkait Dengan Jaringan Teroris, ZA Dapat Paham ISIS Dari Internet

KAMIS, 01 APRIL 2021 | 17:14 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan, pihaknya saat ini belum menemukan keterkaitan ZA (25) pelaku penyerangan Mabes Polri dengan jaringan teroris yang ada.

ZA merupakan lone wolf (Srigala sendiri), istilah yang disematkan polisi bagi mereka yang memiliki pemahaman radikal dan sewaktu-waktu melakukan tindakan terorisme.

"Lone wolf itu inisiasi sendiri dan melakukannya sendiri," kata Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/4).


Kendati tidak ada kaitan dengan jaringan teroris, Rusdi menegaskan, tim Densus tetap melakukan pendalaman apakah ada kelompok teroris di balik aksi nekat ZA menyerang Mabes Polri ini.

"Tentunya Densus tetap mendalami jika ada kelompok atau jaringan yang ada di balik aksi ZA kemarin. Densus masih mendalami

Rusdi mengatakan, ZA memiliki pehamaman ISIS yang dia dapat dari internet dan media sosial yang ada. Bagi seorang lone wolf, mendapat pehamanan materi terkait radikalisme dari internet sangat dimungkinkan.  

"Sekarang ini kan internet luar biasa. Apapun dari internet dari media sosial semua bisa dia dapatkan. Kemungkinan, kalau lone wolf seperti ini mereka mendapatkannya sendiri. salah satunya melalui media internet melalui media sosial yang ada sekarang banyak sekali hal seperti itu," tandas Rusdi.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, dari hasil profiling yang dilakukan oleh Densus, ZA memiliki ideologi ISIS. Hal ini dibuktikan dengan beberapa postingan dan tulisan yang dia unggah di media sosialnya berkaitan erat dengan ISIS dan tindakan radikalis.

"Dibuktikan postingan yang bersangkutan di media soaial, yang bersangkutan memiliki akun IG yang baru dibuat 21 jam yang lalu. Dimana di dalamnya ada bendera ISIS,” ungkap Kapolri.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya