Berita

Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson/Net

Dunia

Salah Campur Bahan, 15 Juta Vaksin Johnson&Johnson Terbuang

KAMIS, 01 APRIL 2021 | 11:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebanyak 15 juta dosis vaksin Johnson&Johnson (J&J) yang diproduksi oleh sebuah pabrik di Baltimore terbuang karena pekerja tidak sengaja mencampurkannya dengan bahan-bahan vaksin AstraZeneca.

Pabrik di Baltimore tersebut dijalankan oleh Emergent BioSolutions, mitra dari J&J dan AstraZeneca.

Pejabat federal menyatakan insiden tersebut sebagai kesalahan manusia yang terjadi pada akhir Februari. Namun Administrasi Makanan dan Obat (FDA) menyebut akan melakukan penyelidikan.


Pihak J&J saat ini telah meningkatkan kontrol di pabrik Emergent BioSolutions untuk mengindari kesalahan.

Terbuangnya belasan dosis itu membuat distribusi vaksin J&J di Amerika Serikat (AS) terganggu, seperti dilaporkan The Telegraph, Kamis (1/4).

Vaksin J&J yang diproduksi di Baltimore merupakan bagian dari 24 juta dosis yang akan didistribusikan ke seluruh AS pada bulan depan.

Belum diketahui kapan pengiriman akan diselesaikan.

Untuk menanggapi distribusi yang terhambat dari J&J, pejabat Gedung Putih telah meminta Pfizer dan Moderna untuk mempercepat kiriman vaksin.

Vaksin J&J dan AstraZeneca dikembangkan dengan teknologi yang sama, yaitu menggunakan versi virus yang tidak berbahaya atau vektor yang ditularkan ke dalam sel untuk membuat protein dan merangsang sistem kekebalan.

Tetapi vektor J&J dan AstraZeneca secara biologis berbeda sehingga tidak dapat ditukar atau dicampurkan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya