Berita

Kapal Ever Given berbendera Panama yang terjebak di Terusan Suez/Net

Dunia

Mesir Lakukan Penyelidikan Kapal Ever Given Yang Membuat Terusan Suez Macet

KAMIS, 01 APRIL 2021 | 08:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tim ahli Mesir memulai penyelidikan penyebab kapal kontainer raksasa memblokir Terusan Suez dan menghambat jalur lalu lintar perairan selama hampir seminggu.

Penasihat Otoritas Terusan Suez (SCA) Sayed Sheaysha mengatakan para ahli menaiki Ever Given pada Rabu untuk mendapatkan data yang relevan dengan insiden tersebut. Penyelidikan akan memeriksa kelayakan kapal dan tindakan awaknya.

The Ever Given telah berlabuh di Great Bitter Lake, titik tengah kanal, sejak diapungkan kembali pada hari Senin.


Kapal sepanjang 400m dengan berat 220.000 ton terjepit hingga posisi diagonal di seberang jalur air pada tanggal 23 Maret setelah kandas di tengah angin kencang dan badai pasir yang mempengaruhi jarak pandang.

Ever Given dibebaskan setelah operasi penyelamatan besar yang melibatkan armada kapal tunda yang kuat dan kapal pengerukan yang memindahkan sekitar 30.000 meter kubik lumpur dan pasir

Dua pejabat senior kanal mengatakan haluan bulat kapal itu mengalami kerusakan ringan hingga sedang, tetapi tidak bersedia memerinci lebih lanjut kepada media.

Salah satu pejabat, seorang pilot kanal, mengatakan para ahli sedang mempelajari tingkat kerusakan kapal, tetapi dia mengatakan itu tidak mungkin akan menghalangi navigasi. Dia mengatakan pergerakan kapal selanjutnya akan bergantung pada 'beberapa tindakan hukum dan prosedural' yang akan dibahas otoritas kanal dengan operator Ever Given.

Ketika kesalahan dilimpahkan, kemungkinan besar akan mengarah pada proses pengadilan bertahun-tahun untuk mengganti biaya perbaikan kapal, memperbaiki kanal dan mengganti biaya mereka yang melihat pengiriman kargo mereka terganggu. Kapal itu dimiliki oleh perusahaan Jepang, dioperasikan oleh pengirim Taiwan, berbendera Panama dan sekarang tertahan di Mesir, sehingga masalah bisa dengan cepat menjadi rumit.

Sheaysha mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa kapten Ever Given serta pemilik kapal Jepang, Shoei Kisen Kaisha, telah menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan landasan.

Namun, penasihat SCA mengeluh dalam sebuah wawancara dengan ON TV Mesir pada hari Selasa bahwa kapal tersebut telah gagal menanggapi permintaan email untuk mengirimkan semua dokumen yang relevan.

Hasil investigasi dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak hukum yang besar, karena berbagai pihak berupaya untuk menutup biaya perbaikan kapal dan kanal, serta operasi penyelamatan.

Juga kemungkinan akan ada klaim dari pemilik kargo di Ever Given dan kapal lain yang terhambat, karena kerugian terkait barang yang mudah rusak dan gangguan rantai pasokan. Pemblokiran itu berdampak pada tertahannya barang-barang senilai sekitar 9,6 miliar dolar AS setiap hari.

Shoei Kisen Kaisha dilaporkan memiliki 3 miliar dolar AS dari asuransi pertanggungjawaban melalui klub perlindungan dan ganti rugi.

Sementara Ketua Lloyd's of London mengatakan pada hari Rabu bahwa pemblokiran akan mengakibatkan 'kerugian besar' bagi pasar asuransi terkemuka. Bruce Carnegie-Brown mengatakan kepada Reuters bahwa jumlahnya bisa mencapai 100 juta dolar  atau lebih.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya