Berita

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador/Net

Dunia

Krisis Migran, Presiden Meksiko Desak Joe Biden: Anda Harus Bergerak Tangani Penyebabnya!

SELASA, 30 MARET 2021 | 09:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mendesak pemerintahan Joe Biden untuk segera melakukan tindakan yang lebih mendesak untuk menangani krisis migran yang saat ini terjadi di perbatasan AS.

Dalam konferensi persnya pada Senin (29/3), Lopez Obrador mengatakan bahwa masalah utama yang harus diselesaikan Amerika untuk menangani krisis migran adalah penyebabnya.

“Amerika Serikat tidak berinvestasi cukup, apa yang diperlukan, dan penyebabnya perlu ditangani. Ini bukan masalah yang bisa diselesaikan dengan tindakan koersif, penutupan perbatasan, militerisasi. Tidak, Anda harus pergi dan menangani penyebabnya," katanya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (30/3).


Baru-baru ini Biden mengatakan bahwa Meksiko harus menerima kembali semua migran yang tiba di perbatasan AS-Meksiko.

“Hubungan dengan AS sangat baik, ada niat baik dari Presiden Biden, tetapi seperti di semua bagian dunia, birokrasi berjalan lambat. Itu membutuhkan 'dorongan gajah' untuk berjalan dan melakukan sesuatu dengan cepat,” tambah Lopez Obrador.

Menteri Luar Negeri Marcelo Ebrard juga mengatakan pada konferensi pers bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan pukulan besar bagi ekonomi Amerika Tengah.

Langkah-langkah pembatasan untuk memerangi virus berdampak pada mata pencaharian jutaan orang Amerika Tengah, dan satu-satunya cara untuk menyelesaikan situasi ini adalah melalui investasi yang signifikan, katanya.

"Meksiko telah mendekati pemerintah AS dengan rencana untuk mengatasi akar penyebab migrasi," kata Ebrard.

“Kami telah mengusulkan agar ada program aksi segera di Honduras, Guatemala, El Salvador, dan rangkaian investasi lain yang dapat mencakup wilayah selatan Meksiko," tambahnya.

Ebrard menjelaskan bahwa Meksiko telah memberi AS program bantuan sosial utama yang diterapkan Lopez Obrador pada awal masa kepresidenannya untuk membantu orang-orang yang menganggur dan kurang berpendidikan dari Meksiko dan memberi insentif pada sektor pedesaan.

“Jika Meksiko menginvestasikan 100 juta dolar AS, Amerika Serikat mungkin akan menginvestasikan 2 miliar dolar AS setahun. Dengan hal seperti ini, kami akan membuat program kesejahteraan sosial terbesar yang pernah dilakukan dalam sejarah Amerika Tengah dan Meksiko bagian selatan,” ujarnya.

Menurut Lopez Obrador, melalui program bantuan sosial seperti ini, Meksiko telah menjamin pekerjaan bagi lebih dari 420.000 petani.

“Kami telah mengatakannya dalam banyak kesempatan, Anda harus memperhatikan orang-orang itu! Tidak ada yang meninggalkan negara mereka dan meninggalkan keluarga mereka demi kesenangan, mereka melakukannya karena kebutuhan,” tambahnya. 

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Menteri Haji Usul BPIH 2027 Naik 10-15 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:22

Perpres Ojol 2026 Dikebut, Ini 3 Tarif yang Bakal Diatur Pemerintah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12

Film Insidious: Out of the Further Resmi Tayang di Indonesia, Ini Sinopsisnya

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:01

Penyegaran AKD Golkar Strategis Perkuat Kinerja DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:54

Rupiah Menguat Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:38

Trump Hentikan Latihan Militer AS-Korsel Lebih Cepat Demi Hubungan Baik dengan Korut

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26

IGCE 2026 Momentum Indonesia Jadi Raksasa Geothermal Dunia

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:23

Polri-Kejagung Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:21

Mantan Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka Pelecehan Atlet

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:01

Gerak Cepat Pemerintah Harus Dirasakan Rakyat NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45

Selengkapnya