Berita

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko usai mendapat penobatan sekelompok orang menjadi ketua umum Partai Demokrat/Net

Politik

Bagi Orang Dekat SBY, Pertarungan Ideologis Partai Demokrat Adalah Fitnah, Hoax, Dan Karangan Bebas Moeldoko

SENIN, 29 MARET 2021 | 09:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko tentang adanya pertarungan ideologis di internal Partai Demokrat adalah fitnah.

Moeldoko berdalih bahwa pertarungan itu yang membuat akhirnya dia mau menerima penobatan sebagai ketua umum dari sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai Partai Demokrat.

"Sebagai pengurus inti Partai Demokrat saya menyatakan apa yang disampaikan Moeldoko bahwa ada pertarungan ideologis di tubuh Partai Demokrat sebagai fitnah," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Ossy Dermawan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (29/3)


Staf pribadi Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini bahkan menyebut pernyataan Moeldoko adalah tidak benar alias hoaks dan mengada-ada.

Sebab, di internal Partai Demokrat tidak ada pertarungan ideologis sebagaimana disampaikan panglima TNI era SBY itu.

"Hoax dan karangan bebas dari Moeldoko," tegasnya.

Lebih lanjut Ossy berpesan kepada Moeldoko untuk tidak mencari-cari alasan pembenaran atas apa yang telah diperbuatnya yakni berupaya 'membegal' Partai Demokrat yang sah dibawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Pesan untuk yang bersangkutan (Moeldoko), jika sudah tertangkap sebagai maling, janganlah cari alasan pembenaran," pungkasnya.

Moeldoko sebelumnya menyebutkan ada pertarungan ideologis di tubuh partai demokrat menjelang Pemilu 2024.

"Pertarungan ini terstruktur dan gampang dikenal," kata Moeldoko melalui akunnya di Instagram, Minggu (28/3) kemarin.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya