Berita

Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina/Net

Dunia

PM Modi Akhiri Kunjungan Usai Picu Aksi Protes Anti-India Di Bangladesh

MINGGU, 28 MARET 2021 | 09:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri India Narendra Modi mengakhiri kunjungan resmi dua harinya ke Bangladesh yang disambut dengan aksi protes di ibukota Dhaka.

Kunjungan Modi ke Bangladesh telah memicu aksi protes anti-India dan anti-Modi di ibukota. Para pengunjuk rasa sebelumnya telah mendesak Perdana Menteri Sheikh Hasina untuk mengurungkan niat mengundang Modi.

Menurut para pengunjuk rasa, kunjungan tersebut tidak boleh dilakukan karena masih banyaknya masaah antara India dan Bangladesh yang belum terpecahkan, termasuk pembunuhan warga Bangladesh oleh penjaga perbatasan India.


Banyak orang Bangladesh juga mengkritik Modi karena tidak menandatangani perjanjian untuk berbagi air di Sungai Teesta, sungai lintas batas utama.

Dari laporan CNA, ketika Modi tiba pada Jumat (26/3) untuk ikut bergabung dalam perayaan 50 tahun kemerdekaan Bangladesh, bentrokan antara pengunjuk rasa dan petugas keamanan terjadi di Dhaka. Akibatnya, lima orang tewas dan 40 lainnya terluka.

"Kami menerima tiga mayat yang terkena peluru dan dua lainnya meninggal karena luka-luka," ujar dokter di Rumah Sakit Brahmanbaria, Abdullah Al Mamun.

Di tengah ketegangan, Modi dan Hasina menjadi saksi penandatanganan lima perjanjian terkait perdagangan, manajemen bencana, teknologi informasi, dan olahraga pada Sabtu (27/3).

Mereka juga bersama-sama meletakkan batu fondasi untuk pembangunan infrastruktur untuk fasilitas evakuasi listrik dari pembangkit listrik tenaga nuklir yang sedang dibangun di Bangladesh.

Modi juga melakukan perjalanan ke luar Dhaka untuk berdoa di dua kuil, di mana banyak pihak menganggapnya sebagai upaya menggaet dukungan menjelang pemungutan suara di negara bagian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya