Berita

Tim UNPAR, terdiri dari (berdiri dari kiri ke kanan) Elvina, Myria Athayyani Adnindhiya, Tiara Ananda Kartika; (duduk dari kiri ke kanan) Gabriela Angelica dan Christopher Cusan/Ist

Nusantara

Membanggakan, UNPAR Sukses Capai 8 Besar Kompetisi Arbitrase Komersial Internasional

SENIN, 22 MARET 2021 | 10:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Putra-putri bangsa berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Mereka merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) yang ikut dalam kompetisi Willem C. Vis East International Commercial Arbitration Moot 2021 atau “Vis East Moot".

Tim UNPAR berhasil mencapai babak delapan besar (perempatfinal) pada kompetisi yang diikuti oleh 147 universitas dari seluruh penjuru dunia.

Vis East Moot adalah kompetisi peradilan semu di bidang arbitrase komersial. Kompetisi ini dianggap sebagai salah satu yang paling prestisius di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, universitas-universitas seperti Harvard Law School dan Yale Law School juga turut serta dalam kompetisi ini.


Dengan hasil ini, maka selama tahun tahun berturut-turut UNPAR menorehkan prestasi pada Vis East Moot setelah sebelumnya juga meraih penghargaan Honorable Mention for Best Memorandum on Behalf of Claimant pada 2019 dan 2020.    
 
Tim UNPAR terdiri dari 5 mahasiswa, yaitu Christopher Cusan dari angkatan 2017, Gabriela Angelica dari angkatan 2018, sementara Elvina, Tiara Ananda Kartika dan Myria Athayyani Adnindhiya dari angkatan 2019.

Persiapan tim sangat intensif sejak kasus Vis Moot diumumkan pada Oktober 2020.

Selain dilatih oleh beberapa mahasiswa senior yang mewakili UNPAR di tahun-tahun sebelumnya, tim UNPAR juga mendapatkan bimbingan oleh alumni-alumni yang sebagian besar merupakan pengacara di firma hukum papan atas di Indonesia.

"Prestasi ini adalah buah dari mahasiswa FH UNPAR, komitmen fakultas untuk terus meningkatkan kualitas mahasiswa sampai ke level internasional, serta dukungan yang luar biasa dari alumni terhadap almamater," ujar Dekan FH UNPAR, Liona N. Supriatna, seperti keterangan tertullis yang diterima redaksi pada Senin (22/3).
 
Dalam kompetisi peradilan semu, setiap tim dari universitas peserta berperan sebagai pengacara yang menghadapi kasus atau sengketa fiktif.

Setiap tim dalam kompetisi Vis East Moot menyusun argumen melawan tim peserta yang lain di hadapan majelis yang sebagian besar merupakan pengacara, arbiter serta akademisi hukum tingkat internasional.

Topik Vis East Moot tahun ini terkait dengan sengketa perjanjian lisensi, kerja sama riset serta produksi vaksin Covid-19 diantara empat perusahaan obat-obatan serta sengketa terkait pelaksanaan sidang arbitrase yang dilakukan secara virtual karena pandemi.     
 
Dalam perjalanan menuju perempatfinal, tim UNPAR berhasil mengalahkan antara lain Peking University, University of Cincinnati dan Istanbul University.

Di antara majelis arbiter yang mengadili serta menguji argumen tim UNPAR adalah pengacara serta arbiter-arbiter internasional dari Amerika Serikat, Inggris, Cina, Hong Kong dan Singapura.

Walaupun akhirnya UNPAR terhenti di babak 8 besar melawan Fordham University, namun hasil ini tetap merupakan catatan bersejarah sebagai capaian tertinggi oleh universitas asal Indonesia setelah sebelumnya Universitas Gadjah Mada meraih prestasi serupa tahun 2018. 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Prabowo Instruksikan Harga Minyak Nonsubsidi Turun Ikuti Harga ICP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57

Gerakan Koperasi Kerakyatan Soemitro Didorong Jadi Syarat Seleksi Manajerial KDMP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:46

Merawat Konstitusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:42

DKI-Bali Perkuat Kerja Sama, Obligasi Daerah Jadi Bahasan Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:34

Tak Benar soal Surpres Pergantian Kapolri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:31

Gagah saat Malak, Mendadak Ingat Anak-Istri Waktu Mau Dipecat

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:25

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20

Jalur Wisata Bromo Ditutup Total Gegara Kebakaran Hutan di TNBTS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11

IHSG Terbang 1,37 Persen ke 6.319

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:44

Selengkapnya