Berita

Gambar tangkap layar laporan Kominfo terkait disinformasi yang beredar di Facebook tentang vaksin dalam kemasan berlogo "Kadrun"/Repro

Nusantara

Kominfo Temukan Disinformasi Terkait Kemasan Vaksin Berlogo Kadrun

SABTU, 20 MARET 2021 | 10:41 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Informasi yang tidak benar atau disinformasi terkait vaksin Covid-19 ditemukan beredar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) beredar di media sosial (medsos).

Dalam dokumen rekap harian laporan isu hoax dan disinformasi tentang hoax Covid-19 Kominfo per 19 Maret hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB, ada dua disinformasi yang ditemukan.

Pertama, disinformasi yang ditemukan di medsos Facebook berupa postingan gambar vaksin Covid-19 yang dalam kemasan botolnya tertulis "Vaksin Kadrun". Bahkan di bawah kata Kadrun itu ada tulisan "Kampretvirus".


Selain itu, ada tambahan narasi di dalam postingan tersebut oleh pengguna Facebook yang mengupload. Di mana narasinya adalah, "Ga usah nyuruh2 duluan nyoba vaksin covid 19 drun, FETE. Fetamboran Chemical Rijik United, sdh nyediain Vaksin khusus buat ente".

"Berdasarkan hasil penelusuran, klaim foto botol vaksin berlogo Kadrun adalah tidak benar. Faktanya foto tersebut telah diedit dan diubah. Dalam foto asli tulisan pada botol  adalah  'COVID-19  Coronavirus'.  Foto  tersebut  merupakan  ilustrasi  artikel berasal dari shutterstock.com karya Joel Bubble Ben," terang Kominfo dalam laporannya.

Kemudian yang kedua, Kominfo menemukan disinformasi kedua di medsos Facebook, tentang grafik kadar antibody penerima vaksin menurun usai dilakukan penyuntikan.

Dalam tangkapan layar tersebut terdapat grafik yang diklaim sebagai informasi antibodi seseorang setelah menerima vaksin Covid-19.

"Disebutkan juga bahwa penyebab seseorang bisa terkena Covid-19 dikarenakan antibodi yang akan menurun dalam beberapa hari sebelum vaksin kedua," terang Kominfo.

Untuk mendapat informasi yang sebenarnya, Kominfo menemukan artikel cek fakta dari salah satu media online nasional yang mengutip pernyataan dokter sekaligus edukator dari Tim Penanganan Covid-19, Muhamad Fajri Adda'i.

Muhamad Fajri Adda'a menyebut grafik yang diklaim sebagai antibodi seseorang turun setelah menerima vaksin Covid-19 adalah tidak benar.

"Tidak ada orang yang setelah divaksin Covid-19 misalnya antibodinya malah menjadi mendekati nol. Kalaupun ada itu hanya kasuistik saja seperti orang tersebut sistem imunnya gagal membentuk antibodi tetapi itu bukan konsep secara umum," ujar Muhamad Fajri Adda'i yang dikutip laporan Kominfo.

Lebih lanjut, Kominfo menuliskan himbauan kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan, meski sudah divaksin Covid-19.

"Selain itu, hasil penelusuran gambar grafik di internet juga menemukan bahwa grafik tersebut telah sebelumnya diunggah dari suatu laman blogspot di tahun 2017 Dan Januari 2020," catat Kominfo.

"Serta tidak menyebutkan informasi terkait vaksinasi Covid-19," demikian Kominfo melaporkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya