Berita

Vaksin Covid-19 AstraZeneca/Net

Dunia

Jerman Dan Negara-negara Eropa Lanjutkan Kembali Vaksinasi AstraZeneca

JUMAT, 19 MARET 2021 | 08:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jerman dan beberapa negara Uni Eropa lainnya telah memutuskan untuk melanjutkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Keputusan itu diambil setelah European Medicines Agency (EMA) menganggap vaksin AstraZeneca aman dan efektif.

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn mengumumkan dilanjutkannya penggunaan vaksin AstraZeneca pada Jumat (19/3).

"Tujuan umum dari pemerintah federal dan 16 negara bagian adalah agar vaksinasi dengan AstraZeneca dimulai besok," kata Spahn, seperti dikutip Deutsche Welle.


"Analisis EMA telah mengkonfirmasi tindakan yang kami ambil adalah benar untuk menangguhkan vaksinasi sebagai tindakan pencegahan sampai akumulasi kasus dengan jenis trombosis yang sangat langka ini dapat dianalisis," tambahnya.

Selain Jerman, ada Prancis, Italia, Latvia, Bulgaria dan Slovenia yang juga akan melanjutkan vaksin AstraZeneca mengikuti panduan EMA.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex bahkan berencana untuk menerima suntikan AstraZeneca pada Jumat untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap vaksin tersebut.

"Vaksin Covid-19 AstraZeneca efektif, seperti yang digarisbawahi oleh regulator Eropa. Hanya memiliki efek samping yang relatif jarang," ujar Castex.

Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan vaksinasi AstraZeneca akan dilanjutka dan prioritas pemerintah adalah untuk melakukan vaksinasi sebanyak mungkin dalam waktu sesingkat mungkin.

Spanyol mengumumkan akan memulai kembali vaksinasi AstraZeneca pada pekan depan, tetapi akan mengecualikan beberapa kelompok untuk meminimalkan risiko kesehatan.

Menteri Kesehatan Lithuania Arunas Dulkys mengumumkan pihaknya akan kembali menggunakan AstraZeneca. Di mana ia, bersama perdana menteri dan ketua parlemen juga akan disuntik untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Kendati begitu, Norwegia dan Swedia mengumumkan masih akan menangguhkan vaksin AstraZeneca hingga menilai situasinya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya