Berita

Wakil Meteri Luar Negeri RRD Korea, Choe Son Hui/Net

Dunia

Korea Utara: Duduk Bersama Hanya Buang-buang Waktu, Jika AS Masih Punya Kebijakan Permusuhan

KAMIS, 18 MARET 2021 | 11:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea Utara yang memiliki nama resmi Republik Demokratik Rakyat Korea (RRD Korea) mulai bersuara ketika disebut tidak menanggapi permintaan komunikasi dari Amerika Serikat (AS).

Lewat keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL pada Kamis (18/3), Wakil Meteri Luar Negeri RRD Korea, Choe Son Hui mengungkap, AS telah berupaya menghubungai Pyongyang sejak pertengahan Februari.

Mereka meminta untuk menghubungi Korea Utara dengan mengirim email hingga pesen telepon melalui beberapa rute, termasuk New York. Bahkan pada malam sebelum latihan militer gabungan dengan Korea Selatan, AS mengirim pesan agar Korea Utara menanggapi permintaannya melalui negara ketiga.


Tetapi Choe mengatakan, upaya tersebut hanya trik untuk mengulur waktu seperti yang telah dilakukan Washington sebelum-sebelumnya.

"Kami telah menyatakan pendirian kami bahwa tidak ada kontak RRD Korea-AS, dan dialog dalam bentuk apa pun dapat dimungkinkan kecuali AS membatalkan kebijakan permusuhannya terhadap RRD Korea," jelas Choe.

"Oleh karena itu, kami juga akan mengabaikan upaya AS semacam itu di masa mendatang," imbuh dia.

Menurut Choe, sebelum berdialog, AS dan Korea Utara harus menciptakan suasana yang kondusif atas dasar kesetaraan, bukan retorika buruk seperti yang disampaikan oleh pemerintahan baru di Washington.

Sejak berganti rezim, Choe mengatkan, yang terdengar dari AS hanya teori gila mengenai "ancaman Korea Utara" dan retoritas tidak berdasar tentang "denuklirisasi penuh"

Mulai dari Gedung Putih, Departemen Luar Negeri, Departemen Keuangan, hingga Departemen Kehakiman telah menunjukkan bahwa AS masih menghalangi Korea Utara dengan menggunakan sanksi.

Militer AS bahkan secara diam-diam memberikan ancaman dan melakukan tindakan mata-mata terhadap Korea Utara. Mereka juga memulai latihan bersama yang ditujukan kepada Korea  Utara.

"Tampaknya AS belum menghentikan kebiasaan menyalahkan DPRK.
Bahkan mengacu pada tindakan anti-epidemi nasional yang kami ambil, itu membuat kata-kata yang tidak dipikirkan sehingga menghalangi 'bantuan kemanusiaan'," jelas Choe.

Choe mengatakan, apabila AS ingin melakukan dialog, maka ia harus menghentikan segala trik murahannya karena hanya akan membuang-buang waktu.

"Jika AS sangat ingin duduk bahkan sekali dengan kita secara langsung, ia harus menghentikan kebiasaan buruknya dan mengambil sikap yang benar sejak awal," terangnya.

"Ini hanya akan membuang-buang waktu untuk duduk bersama karena AS belum siap untuk merasakan dan menerima perubahan dan waktu baru," lanjutnya.

"Kami menjelaskan bahwa kami tidak akan memberikannya (AS) kesempatan seperti di Singapura dan Hanoi lagi," pungkas Choe.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya