Berita

Presiden Lebanon, Michel Aoun/Net

Dunia

Presiden Lebanon Minta PM Hariri Segera Bentuk Pemerintahan Atau Mundur

KAMIS, 18 MARET 2021 | 10:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Lebanon Michel Aoun memberikan pilihan kepada Perdana Menteri Saad Hariri, yaitu segera membentuk pemerintahan atau tinggalkan jabatan.

Hal itu disampaikan Aoun ketika mengundang Hariri ke Istana Presiden pada Rabu (17/3), seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Dalam pidatonya yang disiarkan di televisi, Aoun mengatakan, Hariri harus segera membentuk pemerintahan berdasarkan kesepajatan dan konstitusi, tanpa berdebat atau menunda.


"Jika Perdana Menteri yang ditunjuk Hariri mendapati dirinya tidak dapat membentuk pemerintahan penyelamatan nasional, maka (dia) harus memberi jalan bagi mereka yang mampu melakukannya," tambah Aoun.

Hariri ditunjuk sebagai perdana menteri pada 22 Oktober tahun lalu, setelah Perdana Menteri Mustapha Adib mengundurkan diri di tengah kisruh politik yang menghalangi pembentukan pemerintah persatuan.

Dua bulan kemudian, Hariri mengusulkan kabinet teknokrat beranggotakan 18 orang, tetapi Aoun menolaknya, mengklaim bahwa Hariri tidak berkonsultasi dengan presiden mengenai nama-nama tersebut.

Sejauh ini, Hariri belum berkomentar terkait pidato Aoun.

Lebanon sendiri tengah menghadapi krisis politik dan ekonomi yang parah. Unjuk rasa di seluruh penjuru negeri dilakukan, menjadi yang terburuk sejak perang saudara di Lebanon pada 1975 hingga 1990.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya