Berita

Kepala Misi Tiongkok untuk Uni Eropa (UE), Zhang Ming/Net

Dunia

Utusan China Peringatkan UE Agar Tidak Jatuhkan Sanksi Kepada Beijing Terkait Masalah Xinjiang

KAMIS, 18 MARET 2021 | 06:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepala Misi Tiongkok untuk Uni Eropa (UE), Zhang Ming, memperingatkan blok tersebut agar tidak menjatuhkan sanksi terhadap Beijing terkait masalah yang berhubungan dengan etnis Uighur di Xinjiang.

Dalam pernyataan yang disampaikan konferensi video dengan lembaga pemikir yang berbasis di Pusat Kebijakan Eropa, Zhang juga mendesak UE untuk menolak berita palsu dan kebohongan tentang Xinjiang.

“Saya ingin menekankan bahwa sanksi adalah konfrontasi. Sanksi yang didasarkan pada kebohongan dapat ditafsirkan sebagai sengaja merusak kepentingan keamanan dan pembangunan China,” kata Zhang, seperti dikutip dari CGTN, Rabu (17/3).


“Kami menginginkan dialog, bukan konfrontasi. Kami meminta pihak Uni Eropa untuk berpikir dua kali. Jika beberapa bersikeras pada konfrontasi, kami tidak akan mundur, karena kami tidak memiliki pilihan selain memenuhi tanggung jawab kepada rakyat negara kita,” ujarnya.

UE diatur untuk memperdebatkan sanksi terhadap empat pejabat China dan satu entitas atas Xinjiang, menurut diplomat blok tersebut. Langkah-langkah tersebut akan diserahkan kepada para menteri luar negeri Uni Eropa untuk persetujuan minggu depan ketika mereka bertemu untuk mempersiapkan KTT Uni Eropa yang akan digelar dari 25-26 Maret untuk memutuskan strategi blok tersebut terhadap China.

Zhang mengatakan dia telah melihat laporan itu dan menyatakan keprihatinannya.

“Kami selalu menganjurkan untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, menentang pendekatan keliru dengan menggunakan sanksi, dan menentang pemalsuan sembrono yang mengabaikan fakta,” tegas Zhang.

“Pemerintah China telah meluncurkan upaya anti-terorisme dan deradikalisasi di Xinjiang sesuai dengan hukum untuk melindungi kehidupan masyarakat,” katanya.

Menunjukkan bahwa inti dari masalah terkait Xinjiang adalah kontra-terorisme dan deradikalisasi, Zhang mengatakan wilayah tersebut dengan setia menerapkan Rencana Aksi PBB untuk Mencegah Ekstremisme Kekerasan.

“Hal ini juga menarik pelajaran dari praktik serupa di negara lain untuk melakukan deradikalisasi sesuai dengan hukum, dan sepenuhnya sesuai dengan prinsip dan semangat Strategi Penanggulangan Terorisme Global PBB,” ujarnya.

Zhang mengatakan, Xinjiang belum melaporkan kasus terorisme kekerasan selama lebih dari empat tahun berturut-turut, seraya menambahkan bahwa wilayah tersebut menikmati stabilitas sosial dan kemajuan yang stabil, dan orang-orang menikmati hidup dan pekerjaan mereka.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya