Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

NYPD Dalami Kasus Penembakan Panti Pijat Di Atlanta, Kerahkan Petugas Ke Komunitas Asia New York City

RABU, 17 MARET 2021 | 14:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Departemen Kepolisian New York (NYPD) akan mengerahkan petugas mereka ke komunitas Asia di seluruh kota, sebagai tanggapan atas serangkaian penembakan di sejumlah panti pijat di Atlanta yang menewaskan delapan orang, banyak di antaranya adalah keturunan Asia.

"Komando Tanggap Kritis NYPD telah dikerahkan ke komunitas Asia di seluruh New York City," kata departemen itu kepada Fox News dalam sebuah pernyataan.

Delapan orang (sebelumnya dilaporkan tujuh) ditemukan tewas pada Selasa (16/3) waktu setempat, setelah penembakan berdarah yang menurut polisi tampaknya menargetkan wanita Asia di panti pijat di daerah Atlanta.


Penembakan itu terjadi di tengah meningkatnya laporan pelecehan anti-Asia dalam beberapa bulan terakhir di tengah pandemi virus corona.

Sebuah laporan dari Stop AAPI Hate Reporting Center yang dirilis Selasa mengatakan pihaknya menerima 3.795 laporan langsung tentang insiden kebencian terhadap orang Asia secara nasional dari 19 Maret 2020 hingga 28 Februari 2021.

Sekitar 45 persen kasus terjadi di California dan 14 persen di New York, menurut laporan tersebut.

"Jumlah insiden kebencian yang dilaporkan ke pusat kami hanya mewakili sebagian kecil dari jumlah insiden kebencian yang benar-benar terjadi, tetapi itu menunjukkan betapa rentannya orang Asia-Amerika terhadap diskriminasi, dan jenis diskriminasi yang mereka hadapi," menurut laporan itu, seperti dikutip dari Fox News. Rabu (17/3).

Bulan lalu, NYPD menangkap seorang pria yang diduga tertangkap kamera sedang menyerang seorang wanita Amerika keturunan Asia di wilayah Queens.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya