Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ahli: Mampu Lewati Badai Besar, China Tumbuhkan Kepercayaan Global Dalam Pemulihan Pandemi Covid-19

RABU, 17 MARET 2021 | 09:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Profesor Institut Studi Asia Timur di Universitas Duisburg-Essen Jerman, Li Yuan, mengatakan bahwa peningkatan ekonomi China dapat meningkatkan kepercayaan global dalam pemulihan akibat pandemi Covid-19.

“Setelah 'perubahan haluan' yang sukses dalam pertumbuhan 2020, ekonomi China siap untuk rebound yang lebih kuat pada tahun 2021 dengan awal yang baik,” ujar profesor itu, seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (16/3).

“Terbukti dari berbagai indikator kinerja ekonomi pada Januari-Februari 2021, ekonomi makro China terus pulih,” ujarnya.


Li mengatakan, indikator dalam kategori investasi, konsumsi, dan perdagangan luar negeri, semuanya pulih.  Sementara indikator ketenagakerjaan dan mata pencaharian tetap sehat dan stabil.

China mengalami pertumbuhan yang kuat di berbagai industri pada bulan Februari dari tahun sebelumnya, melanjutkan perannya sebagai pendorong ekonomi global di bawah dampak pandemi Covid-19.

Menurut data dari Biro Statistik Nasional China, output industri nilai tambah negara itu naik 35,1 persen tahun ke tahun dalam dua bulan pertama tahun 2021.

Data menunjukkan, dibandingkan dengan level pada periode yang sama tahun 2019, output Januari-Februari mewakili pertumbuhan 16,9 persen, dengan rata-rata pertumbuhan 8,1 persen dalam dua tahun.

“China telah membuktikan kemampuannya untuk berhasil mencegah dan mengendalikan epidemi sambil memastikan stabilitas ekonomi secara keseluruhan,” kata Li, yang juga wakil dekan Institut Studi Internasional, Universitas Shandong.

“Ini menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan yang kuat dari PKC, ekonomi China pasti akan mampu melewati badai besar dengan mantap,” demikian Li.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya