Berita

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin/Net

Dunia

Komentari Menhan Lloyd Austin, Zhao Lijian Desak AS Kembali Ke Jalur Pembangunan Yang Sehat

SELASA, 16 MARET 2021 | 15:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian kembali mendesak pemerintah Amerika untuk memperlakukan hubungan China-AS secara obyektif dan rasional. Ia juga berhadap AS melakukan upaya untuk mengembalikan hubungan bilateral kedua negara ke jalur pembangunan yang sehat dan stabil.

Hal tersebut disampaikan Zhao Lijian ketika diminta untuk mengomentari pernyataan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin baru-baru ini, di mana menhan mengatakan bahwa tujuan AS dan sekutunya adalah untuk memastikan negara tersebut memiliki kemampuan dan rencana operasional untuk menawarkan pencegahan yang kredibel terhadap China, atau siapa pun yang mungkin ingin menguasai Amerika Serikat.

Zhao juga mengatakan, China selalu menjadi pembangun perdamaian dunia, kontributor pembangunan global dan pembela tatanan internasional.


“Pembangunan China berarti kekuatan yang tumbuh untuk perdamaian dunia, dan kesempatan daripada tantangan bagi dunia,” ujarnya dalam konferensi pada hari Senin, seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (16/3).

“China berkomitmen untuk menjaga sistem internasional, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai intinya, dan tatanan internasional berdasarkan hukum internasional, alih-alih tatanan yang ditentukan oleh masing-masing negara untuk mempertahankan hegemoni mereka sendiri,” katanya.

Dia juga mendesak Amerika Serikat untuk melihat hubungan China dan China-AS dalam mentalitas yang benar secara obyektif dan rasional, berhenti mencampuri urusan dalam negeri China, dan bekerja dengan China untuk fokus pada kerja sama, mengelola perbedaan, dan menghidupkan kembali hubungan bilateral ke jalur perkembangan yang sehat dan stabil.

“Di era globalisasi, membentuk klik melawan negara tertentu berdasarkan ideologi merusak tatanan internasional. Praktek seperti itu tidak populer dan tidak ada jalan keluar,” demikian Zhao.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya