Berita

Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan, Jakarta, Mukhaer Pakkanna/Net

Politik

Tesla Pamit, Indonesia Gigit Jari

JUMAT, 12 MARET 2021 | 14:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keputusan perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla Inc yang memilih membangun pabrik di India menyembulkan pertanyaan terkait negosiasi Tesla dengan pemerintah Indonesia.

Padahal, Indonesia dianggap memiliki sumber terbesar dunia yang potensial dalam pengembangan industri kendaraan bermotor listrik seiring ketersediaan nikel sebagai bahan baku baterai.

“Sayang sekali, Tesla hanya tertarik di bidang Energy Storage System (ESS),” ujar Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan, Jakarta, Mukhaer Pakkanna kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (12/3).


Akibat keputusan Tesla tersebut, harga saham emiten tambang terpental. Data Bloomberg merekam bahwa saham PT Aneka Tambang Tbk ditutup tertekan 5,79 persen ke level Rp 2.280 per saham. Saham INCO ditutup terperosok 6,21 persen. Adapun saham TINS) merosot 5,29 persen ke Rp 1.790 per saham.

Pemantik harga saham itu mental, kata Mukhaer, juga tidak lepas dari kabar yang beredar di pekan kedua bulan ini. Di mana produsen mobil listrik Tesla setuju untuk bermitra dengan tambang nikel di Kaledonia Baru dalam upaya mengamankan lebih banyak sumber daya nikel tersebut.

Kaledonia Baru merupakan negeri di Samudera Pasifik yang dikenal sebagai produsen nikel terbesar keempat di dunia.

Bahkan sebelumnya, Tesla diperkirakan menjadi penasihat industri di tambang Goro di pulau Pasifik, yang dimiliki oleh raksasa pertambangan Brasil Vale dan merupakan wilayah luar negeri Prancis.

“Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang permintaan nikel, karena percepatan produksi kendaraan listrik dapat menyebabkan pasokan yang rendah,” urainya.

Kata Mukhaer, Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia harus “gigit jari” dengan keputusan Tesla. Sang Raja Tesla Inc, Elon Musk, mulai enggan melirik Indonesia.

Menurutnya, lirikan Tesla itu mulai berpaling karena pertimbangan rasional. Selain ekonomi, juga pertimbangan politik domestik dan regional.

Dalam hal ini, Mukhaer turut mengomentari kabar bahwa lima kawasan penghasil nikel tanah air, seperti Morowali; Halmahera Timur; Wawoni, Kolaka, dan Pomala; Pulau Gag Raja Ampat; dan Pulau Obi sudah dikuasai kelompok politik tertentu.

“Pemodal tertentu dan berkolaborasi negara tertentu yang diberikan keistimewaan (privilege). Negara itu, tentu berobsesi pula menjadi produsen mobil listrik ternama dunia dalam lima tahun ke depan,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya