Berita

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay/Net

Dunia

Kesal Dengan Komentar Blinken Tentang Turki, Fuat Oktay Minta AS Harus Netral

JUMAT, 12 MARET 2021 | 09:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengecam penyataan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken yang menyerang Turki dengan mengatakan Turki telah melanggar hukum internasional atas aktivitasnya di Mediterania timur.

Blinken pada Rabu (10/3) melemparkan kritikannya terhadap Turki. "Kami telah menyerukan tindakan, termasuk oleh Turki, yang melanggar hukum atau komitmen internasional sebagai sekutu NATO dan itu termasuk tindakan provokatif terhadap Yunani," kata Blinken kepada Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat.

Menanggapi itu, Oktay mengatakan dengan tegas, bahwa AS harus netral di Mediterania timur.


"Dan Seharusnya AS tidak mengizinkan negara-negara yang berusaha membatasi Turki ke garis pantainya," tambah Oktay, seperti dikutip dari AP.

Blinken pada pernyataannya mengatakan, ia menekankan bahwa Amerika Serikat harus memainkan peran aktif dalam membantu mempromosikan stabilitas di kawasan.

Perselisihan bilateral harus diselesaikan secara damai dan diplomatis, tidak secara militer dan tentu saja tidak melalui tindakan provokatif, menurutnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya