Berita

Vaksin Covid-19 AstraZeneca/Net

Dunia

Denmark Tangguhkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca Usai Kasus Penggumpalan Darah

KAMIS, 11 MARET 2021 | 18:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Denmark telah menangguhkan sementara penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca setelah muncul laporan kasus penggumpalan darah.

Otoritas kesehatan Denmark pada Kamis (11/3) mengatakan, penghentian sementara dilakukan setelah adanya laporan kemungkinan efek samping serius yang terjadi di sejumlah negara, termasuk Denmark itu sendiri.

Selain Denmark, ada enam negara Eropa lainnya yang telah menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca. Salah satunya Austria yang tengah menyelidiki kematian akibat gangguan koagulasi dan tromboemboli setelah disuntik vaksin AstraZeneca.


"Kami dan Badan Obat-obatan Denmark harus menanggapi laporan kemungkinan efek samping yang serius, baik dari Denmark dan negara-negara Eropa lainnya," kata direktur Otoritas Kesehatan Denmark, Soren Brostrom, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.

"Penting untuk ditekankan bahwa kami belum memilih untuk tidak menggunakan vaksin AstraZeneca, tetapi kami menunda," kata Brostrom.

Menurut Brostrom, penangguhan tersebut dilakukan selama 14 hari.

Sementara itu, AstraZeneca mengatakan pihaknya telah patuh pada kontrol kualitas yang ketat dan tidak ada insiden buruk serius yang dikonfirmasi terkait dengan vaksin.

European Medicines Agency (EMA) Rabu (10/3) mengatakan, tidak ada bukti sejauh ini yang menghubungkan AstraZeneca dengan dua kasus yang terjadi di Austria.

Menurut EMA, insiden tromboemboli yang ditandai dengan penggumpalan darah pada orang yang telah menerima vaksin AstraZeneca jarang terjadi, yaitu hanya 22 kasus dari 3 juta orang yang menderita dan menerima vaksin.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya